Jagosatu.com
Sindrom anak perempuan pertama sering disebut juga Eldest Daughter Syndrome.
Istilah ini muncul karena banyak anak sulung perempuan merasa memikul tanggung jawab besar sejak kecil.
Menurut Liputan6, sindrom ini bukanlah penyakit medis, tetapi pola pengalaman psikologis dalam keluarga.
Anak perempuan pertama sering mendapat tekanan untuk selalu menjadi contoh bagi adik-adiknya.
Hal ini membuat mereka cenderung lebih cepat dewasa dibandingkan teman sebayanya.
Tanda pertama sindrom ini adalah rasa tanggung jawab yang berlebihan dalam segala hal.
Mereka sering merasa harus mengurus adik, pekerjaan rumah, bahkan masalah orang tua.
Kedua, anak sulung perempuan biasanya punya dorongan kuat untuk selalu berprestasi.
Prestasi ini bukan hanya di sekolah, tetapi juga dalam hal sikap dan peran di keluarga.
Menurut Liputan6, tekanan untuk sempurna bisa memicu stres yang tidak ringan.
Tanda ketiga adalah munculnya rasa cemas berlebihan saat ada masalah kecil sekalipun.
Kecemasan ini datang karena takut membuat orang tua kecewa atau salah mengambil keputusan.
Tanda keempat, anak sulung perempuan sering menjadi “people pleaser” atau penyenang orang lain.
Mereka terbiasa mendahulukan kepentingan keluarga daripada kebahagiaan diri sendiri.
Tanda kelima adalah sulit menolak permintaan orang lain meskipun merasa terbebani.
Hal ini membuat mereka jarang punya waktu untuk diri sendiri dan merasa kelelahan.
Nah, tanda keenam yang bikin kaget adalah munculnya rasa benci terhadap keluarga.
Perasaan ini muncul karena anak sulung perempuan merasa terbebani dan kurang dihargai.
Dilansir dari Liputan6, perasaan marah dan jengkel bisa terakumulasi sejak lama.
Tanda ketujuh adalah sering merasa bersalah meski sebenarnya tidak melakukan kesalahan besar.
Rasa bersalah ini membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik bagi keluarga.
Tanda kedelapan, hubungan mereka saat dewasa sering bermasalah karena pola dari masa kecil.
Misalnya, mereka bisa terlalu mengontrol pasangan atau justru terlalu mengalah.
Sindrom anak perempuan pertama bukan berarti tak bisa diatasi, melainkan perlu disadari sejak awal.
Dengan mengenali tanda-tandanya, anak sulung perempuan bisa lebih belajar menetapkan batasan sehat.
(m)