Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teheran Gelar Dua Latihan Militer dalam Tiga Hari

P
Sebuah roket ditembakkan dalam latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz (17/2).
Sebuah roket ditembakkan dalam latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz (17/2).

INI salah satu cara Iran menangkal ancaman Amerika Serikat (AS): dengan kian memperkuat hubungan dengan Rusia di semua bidang, tak terkecuali di ketentaraan. Mulai kemarin (19/2) Iran menghelat latihan militer di Teluk Oman di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.


Advertisement

Laksamana Hassan Maghsadlou, juru bicara latihan militer tersebut menyebut, tujuan utama di balik kegiatan tersebut untuk mempromosikan keamanan dan kerja sama bahari di Teluk Oman dan sisi utara Samudera Hindia. "Latihan ini juga dimaksudkan untuk memperdalam ikatan persahabatan, memperluas kerja sama regional, terutama di antara negara-negara bertetangga," kata Maghsadlou, seperti dikutip dari Tehran Times.

 

Latihan militer dengan Rusia itu hanya berjarak tiga hari dari latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Advertisement

Garda Revolusi menggelar latihan tersebut dua hari, 16 dan 17 Februari. Pada latihan hari kedua, Iran sempat menutup sementara selat tersebut dari pelayaran dan penerbangan.

Dengan kode Kontrol Cerdas Selat Hormuz, latihan Garda Revolusi Iran itu berlangsung dekat tiga pulau di Teluk Persia yang dipersengketakan Iran dengan Uni Emirat Arab. Sejumlah pejabat Iran sempat mengancam akan menutup selat yang menjadi jalur penting pelayaran tanker minyak tersebut sebagai respons atas eskalasi dengan AS.

 

 

Sekutu Lama

Iran dan Rusia merupakan sekutu lama. Dalam Perang Iran vs Iraq pada 1980-an misalnya, Moskow mendukung Teheran melawan sang tetangga yang didukung Washington DC.

Sejak kedua negara meneken Perjanjian Kerja Sama Strategis Komprehensif pada Januari 2025 dan diratifikasi serta diterapkan setahun kemudian, pertukaran kolaborasi Teheran-Moskow kian meningkat hingga ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selasa (17/2) lalu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov juga berkunjung ke Teheran sekaligus untuk menghadiri Konferensi Komisi Bersama Iran-Rusia dalam Kerja sama Perdagangan dan Ekonomi edisi ke-19.

Meski membidangi energi, Tsivilyov sempat mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani. Dia menyebut, banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Tuan Larijani belum lama ini berkunjung ke Moskow dan bertemu Presiden (Vladimir) Putin dan saya menyampaikan salam dari beliau," kata Tsivilyov. (ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer