Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Akhir Perang, Trump Kembali Plin-plan

P

Photo
Photo


Advertisement

BUKAN Donald Trump namanya jika tidak asal cuap, dicecar dan dikritik di kemudian hari. Terkait penyerangan ke Iran saja contohnya bertebaran, mulai awal palagan sampai cara mengakhiri perang.

Soal mengakhiri perang misalnya, dalam wawancaranya dengan CBS News, Presiden Amerika Serikat (AS) itu sempat menyebut, tugas AS dan Israel "very complete" (sepenuhnya selesai). Pasar sempat merespons positif pernyataan itu. Bursa di Tokyo, Jepang, dan Seoul, Korea Selatan, dibuka dengan penguatan harga saham dan harga minyak per barel turun lima persen setelah sehari sebelumnya melonjak menjadi USD 100 per barel.

 

Advertisement

Tapi, dalam pernyataan terbaru dan konferensi pers pada Senin (9/3), narasinya berubah lagi menjadi "very soon" (sebentar lagi). "Saya kira akan secepatnya (selesai). Sebentar lagi," kata presiden dua periode itu kepada wartawan di klub Golf Doral National, Miami.

Terjadi selisih lebih lanjut tentang kapan persisnya "very soon" itu. Di awal penyerangan ke Iran, Trump sempat menyebut, kalau perang bakal berakhir dalam 4-5 pekan. Tapi, bahkan Pusat Komando AS (CENTCOM) sendiri menyebut, kalau perang bisa berlangsung sampai September.

 

Advertisement

Padahal, biaya penanganannya tidak lugu. Amunisi AS juga kian menipis, terutama interceptor untuk menangkal drone Iran. Negeri Paman Sam itu diperkirakan menghabiskan biaya USD 5,6 miliar sampai USD 6 miliar dalam beberapa hari operasi militer ke Iran.

 

 

Keresahan di Israel

Suara keresahan yang mempertanyakan kapan perang dengan Iran akan berakhir juga mulai terdengar di Israel. Sebuah sumber di kalangan pejabat Negeri Yahudi itu mengatakan kepada Washington Post, tak ada tanda-tanda Iran menyerah.

“Tak ada tanda-tanda pukulan balik,” kata sumber tersebut. “Biaya perang terus naik dan kami khawatir perang ini akan berlangsung lama. Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dan mengambil tuntutan Iran (Iran),” tambah sumber tersebut.

Terheran juga sudah terbuka menyatakan, tak menjalani perang dalam durasi lama. “Kami akan berhenti jika tuntutan kami terpenuhi,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, seperti dikutip dari AFP kemarin (10/3). Pernyataan Araghchi juga diperkuat Garda Revolusi Islam Iran yang menyatakan akan berhenti jika tuntutan mereka dipenuhi. “Selama tuntutan kami dipenuhi, kami siap menghentikan perang,” kata salah satu pernyataan resminya. (lyn/ng/jawa pos)

 

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer