Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok BBM Lebih Banyak dari RI, Malaysia-Filipina Siapkan Mitigasi Krisis Energi

P

HARGA MEROKET: Para pengendara antre mengisi bahan bakar minyak di Nanjing, Tiongkok (9/3).
HARGA MEROKET: Para pengendara antre mengisi bahan bakar minyak di Nanjing, Tiongkok (9/3).


Advertisement

APA langkah konkrit yang disiapkan pemerintah menghadapi krisis energi dampak perang Timur Tengah? Pertanyaan itu harus diajukan karena negara-negara sekawasan yang rata-rata punya stok bahan bakar minyak (BBM) lebih banyak dari Indonesia sudah menyiapkan serangkaian mitigasi. 

Filipina, yang stok BBM-nya tersisa sampai 60 hari, misalnya, menerapkan sistem empat hari kerja dan mengurangi konsumsi BBM serta listrik lembaga pemerintah sebesar 10-20 persen. Sedangkan Thailand, juga dengan stok BBM 60 hari, mewajibkan semua pegawainya work from home.

Bagaimana dengan Indonesia, yang stoknya tinggal 20 hari? Malaysia, di sisi lain, memastikan pasokan BBM mereka masih aman hingga Mei 2026. "Keamanan pasokan minyak Malaysia tetap terkendali," ujar Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam konferensi pers Rabu (11/3), seperti dikutip dari The Malaysian Reserve.

Advertisement

 

Pernyataan Anwar itu disampaikan di tengah ketidakpastian pasar energi dunia akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dari Teluk Persia, telah mengguncang rantai pasok global.

Sejumlah kapal dagang dilaporkan terkena serangan di sekitar selat tersebut. Sementara Iran memperingatkan tidak akan membiarkan satu liter pun minyak keluar dari Timur Tengah jika serangan AS dan Israel terus berlanjut.

Advertisement

Ketegangan tersebut sempat mendorong harga minyak mentah Brent melonjak hingga USD 119 per barel pada 9 Maret lalu, dan setelah itu turun kembali ke sekitar USD 90 per barel. Fluktuasi tajam ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menenangkan pasar dengan menjanjikan, bahwa dampak ekonomi perang dapat dikendalikan, termasuk dengan melepas ratusan juta barel cadangan minyak strategis pemerintah.

 

 

Bangladesh Tutup Kampus

Menurut The Guardian, di berbagai negara Asia, pemerintah mulai mengambil langkah darurat untuk menghadapi potensi krisis energi. Korea Selatan, misalnya, untuk kali pertama dalam hampir tiga dekade memberlakukan pembatasan harga bahan bakar domestik.

Di Bangladesh, situasinya lebih serius. Pemerintah setempat menutup seluruh universitas untuk menghemat konsumsi energi, sementara militer ditempatkan di depot-depot minyak, dan polisi berjaga di stasiun pengisian bahan bakar.

Data Kpler menunjukkan bahwa pada 2025, kawasan Asia bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 59 persen impor minyak mentahnya. Presiden London College of Energy Economics Yousef Alshammari menilai, situasi tersebut sangat mengkhawatirkan.

Menurut dia, meskipun jalur pelayaran nantinya dibuka kembali, produsen minyak tetap membutuhkan waktu untuk mengembalikan produksi ke tingkat sebelum krisis. "Semakin lama selat itu tertutup, semakin besar kemungkinan cadangan akan terkuras, dan harga akan terus naik, yang bisa memicu krisis ekonomi global," ujarnya. (lyn/agf/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer