Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Delapan Negara Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa

P

SITUS SUCI: Masjid Al Aqsa sebelum ditutup Israel. Penutupan itu dinilai melanggar hak para jemaah.
SITUS SUCI: Masjid Al Aqsa sebelum ditutup Israel. Penutupan itu dinilai melanggar hak para jemaah.


Advertisement

YERUSALEM – Delapan negara mengecam keras kebijakan Israel yang terus menutup Masjid Al Aqsa selama bulan suci Ramadan. Penutupan itu disebut telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut dan dinilai melanggar hukum internasional.

Negara-negara yang menyampaikan kecaman tersebut adalah Qatar, Yordania, Indonesia, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Rabu (12/3), para menteri luar negeri negara tersebut menilai pembatasan akses warga Palestina ke Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadah sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional.

 

Advertisement

Dilansir dari Al Jazeera, menurut pernyataan tersebut pembatasan akses merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. Dalam hal ini, termasuk hukum humaniter internasional, status quo historis dan hukum, serta prinsip akses tanpa batasan ke tempat-tempat ibadah.

"Para Menteri menegaskan penolakan dan kecaman mutlak mereka terhadap tindakan ilegal dan tidak beralasan ini, serta tindakan provokatif Israel yang terus berlanjut di Masjid Al Aqsa/Al Haram Al Sharif dan terhadap para jemaah," bunyi pernyataan bersama itu. Dalam pernyataan tersebut juga ditegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki maupun situs-situs suci Islam dan Kristen di kota tersebut.

 

 

Para menteri juga menegaskan seluruh kompleks Masjid Al Aqsa merupakan tempat ibadah khusus bagi umat Muslim. Selain itu, mereka menegaskan bahwa pengelolaan kawasan suci tersebut berada di bawah kewenangan Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al Aqsa yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania.

Para menteri juga mendesak Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk segera membuka kembali gerbang Masjid Al Aqsa dan mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem. Mereka juga meminta komunitas internasional menekan Israel agar menghentikan pelanggaran yang sedang berlangsung.

 

Dilansir dari Arab News, Yordania telah mengeluarkan pernyataan mengutuk Israel atas penutupan berkelanjutan Masjid Al Aqsa. Kerapnya pernyataan itu dikeluarkan, berarti sudah 12 hari penutupan.

Kementerian Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Yordania mengecam keputusan untuk memblokir akses ke masjid, khususnya selama bulan suci Ramadan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Fuad Majali menegaskan negaranya menolak tindakan ini. Dia menekankan Israel harus segera membuka kembali masjid tersebut dan mengizinkan para jemaat untuk mengakses situs tersebut secara bebas tanpa halangan.

Di sisi lain, Israel berdalih pembatasan diberlakukan atas alasan keamanan di tengah perangnya masih berlangsung melawan Iran. Namun, Kementerian Luar Negeri Palestina menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak-hak Palestina. Sementara itu, kelompok Hamas menyebut penutupan Masjid Al Aqsa sebagai preseden sejarah yang berbahaya sekaligus pelanggaran serius terhadap kebebasan beribadah. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer