Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidang Kasus Kebakaran Hongkong Dimulai, Komite Independen Selidiki Penyebab

P

MEMBARA: Hunian Wang Fuk Court, Hongkong, yang terbakar pada November tahun lalu. Komite juga akan menelusuri masalah sistemik seperti kemungkinan kecurangan dalam tender proyek.
MEMBARA: Hunian Wang Fuk Court, Hongkong, yang terbakar pada November tahun lalu. Komite juga akan menelusuri masalah sistemik seperti kemungkinan kecurangan dalam tender proyek.


Advertisement

HONGKONG – Sidang publik terkait kebakaran dahsyat yang melanda kompleks hunian Wang Fuk Court, Hongkong, mulai digelar kemarin (19/3). Kebakaran yang terjadi 26 November tahun lalu itu menewaskan 168 orang dan menjadi salah satu tragedi hunian paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.

 

Komite independen yang dipimpin hakim akan menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab tragedi. Mulai dari standar keselamatan kebakaran yang dinilai tidak memadai, praktik konstruksi yang diduga berkontribusi, hingga potensi kelalaian pejabat pemerintah dan kontraktor.

Advertisement

Dilansir dari The Guardian, salah satu korban selamat, Yip Ka-kui, mengaku kehilangan istri dan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Dia menuntut keadilan bagi para korban. "Kami ingin keadilan bagi yang meninggal dan penjelasan bagi para korban," ujarnya. Dia berharap semua pihak yang terlibat diusut tuntas dan bertanggung jawab jika terbukti bersalah.

 

Kebakaran terjadi di kompleks apartemen bertingkat tinggi di distrik Tai Po. Api melahap tujuh dari delapan menara hunian yang saat itu sedang direnovasi. Bangunan dilapisi perancah bambu, jaring pelindung, dan papan busa. Busa inilah yang diduga mempercepat penyebaran api.

Advertisement

Komite juga akan menelusuri kemungkinan adanya masalah sistemik, termasuk konflik kepentingan, kolusi, hingga praktik kecurangan dalam proses tender proyek renovasi. Hal ini dinilai berpotensi menjadi faktor yang memperparah dampak kebakaran.

 

 

Sejumlah saksi dijadwalkan hadir dalam sidang, termasuk pejabat pemerintah, mantan penghuni, direktur perusahaan konstruksi, serta pengurus manajemen kompleks. Di sisi lain, polisi masih melakukan penyelidikan pidana. Sebanyak 38 orang telah ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, serta enam lainnya terkait dugaan penipuan.

Lembaga antikorupsi Independent Commission Against Corruption juga bergerak. Dalam pernyataannya, mereka telah menangkap 23 orang, termasuk konsultan, kontraktor, dan anggota badan pengelola gedung. Hasil sidang ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan bangunan di Hongkong. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer