Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Terus Bombardir Pangkalan Militer AS

P

BALAS-MEMBALAS: Lokasi jatuhnya misil Iran di Arad, Israel, Minggu (22/3). Serangan dua misil Iran ke dua kota di bagian selatan Israel melukai lebih dari 100 orang.
BALAS-MEMBALAS: Lokasi jatuhnya misil Iran di Arad, Israel, Minggu (22/3). Serangan dua misil Iran ke dua kota di bagian selatan Israel melukai lebih dari 100 orang.


Advertisement

TEL AVIV – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali meluncurkan serangan ke sejumlah lokasi baru yang diklaim sebagai tempat persembunyian tentara Israel. Serangan tersebut merupakan gelombang ke-75 dalam Operasi True Promise 4 yang menyasar target di Negeri Yahudi itu dan aset-aset milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia.

Salah satu target utama adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al Kharj, Arab Saudi. Pangkalan ini disebut sebagai pusat operasi udara AS terhadap Iran. Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya (matra darat IRGC, red) menyatakan serangan juga diarahkan ke Armada Kelima AS di Bahrain.

"Serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone," ujar sang juru bicara seperti dikutip Al Jazeera.

Advertisement

IRGC juga mengklaim pesawat pengintai AS yang ditempatkan di pangkalan tersebut turut menjadi sasaran rudal balistik. Hingga berita ini selesai ditulis pukul 17.00 kemarin (23/3), belum ada tanggapan resmi dari pihak AS maupun Israel. Yang jelas, Iran semakin percaya diri pascaserangan tersebut. IRGC bahkan menyatakan seluruh aktivitas militer Israel dan Amerika berada dalam pengawasan intelijen mereka.

 

Advertisement

 

Di lapangan, situasi di Israel dilaporkan masih mencekam. Jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim melaporkan sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah Israel pada Minggu (23/3) dini hari waktu setempat. Serangan itu diduga merupakan kombinasi aksi Iran dan kelompok Hizbullah.

Para pejabat Israel menegaskan operasi militer akan terus dilanjutkan dalam beberapa pekan ke depan. Mereka juga mengisyaratkan akan meningkatkan tekanan terhadap Iran, sementara konflik dengan Hizbullah disebut baru memasuki tahap awal.

Melalui saluran Telegram resminya, Hizbullah mengklaim telah meluncurkan 63 operasi militer pada Minggu (22/3). Serangan tersebut melibatkan roket, drone, hingga artileri.

 

Tak Ada Tanda Melemah

Sementara itu, peneliti senior Pusat Studi Timur Tengah Abas Aslani menilai Iran tidak menunjukkan tanda-tanda melemah meski mendapat ultimatum dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz dalam 48 jam. "Teheran menanggapi ancaman Trump dengan serius," ujarnya.

Menurut dia, Iran tidak sekadar bertahan, tetapi berupaya mengubah tekanan tersebut menjadi peluang strategis jangka panjang. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi negara-negara yang dianggap bersahabat dengan Iran.

Namun, ketegangan yang meningkat membuat perusahaan asuransi ragu terhadap stabilitas kawasan. Konflik yang terus memanas ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi global, terutama di kawasan Teluk. (lyn/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer