Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disetujui Mayoritas Warga, Kim Jong-un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara

P

DIKUKUHKAN PARLEMEN: Kim Jong-un (tengah) saat sidang pertama Majelis Rakyat Tertinggi di Mansudae Assembly Hall, Pyongyang, Korea Utara, Minggu (22/3).
DIKUKUHKAN PARLEMEN: Kim Jong-un (tengah) saat sidang pertama Majelis Rakyat Tertinggi di Mansudae Assembly Hall, Pyongyang, Korea Utara, Minggu (22/3).


Advertisement

PYONGYANG – Parlemen Korea Utara kembali memilih Kim Jong-un sebagai Presiden. Pemilihan tersebut dilakukan dalam sidang pertama Majelis Rakyat Tertinggi (SPA) masa jabatan ke-15 pada 22 Maret.

Seperti dilansir The Japan Times, sebanyak 687 deputi terpilih menjadi anggota SPA. Dalam pemungutan suara, warga berusia di atas 17 tahun hanya diberi opsi menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat yang diajukan. Hasil pemungutan suara mencapai 99,93 persen mendukung dan 0,07 persen menolak, dengan tingkat partisipasi 99,99 persen.

 

Advertisement

Jabatan yang didapat Jong-un merupakan posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan Korea Utara sekaligus memimpin Komisi Urusan Negara. Komisi ini merupakan badan pembuat kebijakan utama di negara itu.

Jong-un merupakan pemimpin generasi ketiga Korea Utara. Dia melanjutkan kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong-il, meninggal pada 2011. Negara itu sendiri didirikan oleh kakeknya, Kim Il-Sung, pada 1948.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, dibahas pula revisi konstitusi, implementasi rencana pembangunan nasional lima tahun, serta anggaran negara 2026, meski tanpa rincian. Perhatian utama tertuju pada kemungkinan perubahan konstitusi terkait hubungan dengan Korea Selatan. Sejumlah analis memperkirakan Pyongyang akan secara resmi mendefinisikan Korea Selatan sebagai negara musuh dan menghapus prinsip reunifikasi damai dari konstitusi.

Sebelumnya, Kim Jong Un telah menyatakan hal tegas. "Kedua Korea merupakan dua negara yang saling bermusuhan," katanya. Pernyataan ini dinilai menandai perubahan tajam dalam kebijakan terhadap Seoul. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer