Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PBB: Israel Lakukan Kekerasan Sistematis kepada Warga Palestina

P

KORBAN SIPIL: Dokter merawat warga yang terluka setelah jip polisi Palestina menjadi sasaran serangan udara Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Minggu (22/3).
KORBAN SIPIL: Dokter merawat warga yang terluka setelah jip polisi Palestina menjadi sasaran serangan udara Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Minggu (22/3).


Advertisement

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Israel telah menjadikan praktik penyiksaan terhadap warga Palestina sebagai bagian dari kebijakan negara di wilayah pendudukan. Pelapor khusus PBB, Francesca Albanese, dalam laporan terbarunya di Dewan HAM PBB di Jenewa, menyebut kondisi hidup warga Palestina kini dipenuhi penderitaan fisik dan mental yang berlangsung terus-menerus.

"Apa yang dulu tersembunyi, kini dilakukan secara terbuka: sebuah rezim penghinaan, rasa sakit, dan degradasi yang terorganisasi serta disahkan di tingkat politik tertinggi," ujar Albanese seperti dilansir Al Jazeera.

 

"Jika komunitas internasional terus menoleransi tindakan ini terhadap rakyat Palestina, maka hukum akan kehilangan maknanya." — Francesca Albanese, Pelapor khusus PBB

 

Dampak Meluas

Dalam laporan bertajuk Torture and Genocide, Albanese menegaskan bahwa praktik penyiksaan tidak hanya terjadi di ruang interogasi atau penjara. penampungan wilayah, pembatasan bantuan kemanusiaan, hingga kelaparan dan kekerasan oleh militer serta pemukim.

Advertisement

Ia juga menilai situasi di wilayah Palestina telah menyerupai hukuman kolektif, dengan penghancuran kondisi hidup warga sebagai bentuk kekerasan sistematis yang berdampak jangka panjang.

 

Advertisement

 

Ciptakan Atmosfer Ketakutan

Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza dilaporkan menewaskan sedikitnya 72.263 orang dan melukai 171.944 lainnya, berdasarkan data otoritas kesehatan setempat. Sementara di Tepi Barat, lebih dari 18.500 warga Palestina telah ditangkap sejak periode yang sama, termasuk sekitar 1.500 anak-anak.

Albanese turut menyoroti meningkatnya pengawasan ketat dan kekerasan yang menciptakan atmosfer ketakutan di tengah masyarakat Palestina. Namun, tudingan tersebut dibantah oleh perwakilan Israel di PBB yang menyebut laporan itu bias dan menuduh Albanese menyebarkan narasi ekstrem serta antisemitisme. (lyn/gas/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer