Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OpenAI Hentikan Sora

P

Photo
Photo


Advertisement

NEW YORK – Ketika video berbasis akal imitasi (AI) mulai membanjiri ruang digital, Sora muncul sebagai simbol lompatan terbaru industri teknologi. Namun di balik euforia tersebut, OpenAI justru memilih menghentikan layanan video AI tersebut.

Kali pertama Sora diperkenalkan ke publik pada akhir 2024. Namun, lonjakan popularitasnya baru benar-benar terjadi setelah peluncuran Sora 2 dan aplikasi mandiri pada September 2025 atau enam bulan lalu. Tak lama kemudian, aplikasi tersebut langsung menduduki posisi puncak di App Store Apple.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Guardian, OpenAI menyampaikan pesan langsung penghentian Sora kepada komunitas penggunanya. "Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih," tulis perusahaan.

Advertisement

 

Perubahan Arah Strategis Perusahaan

Penghentian Sora, dalam konteks yang lebih luas, menandai perubahan arah strategis perusahaan di tengah meningkatnya tekanan terhadap pengelolaan konten berbasis AI. Sebelumnya, Sora diposisikan sebagai simbol ambisi OpenAI untuk mendominasi pasar kreatif digital, bersaing dalam ekosistem teknologi global yang juga digerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Elon Musk hingga Mark Zuckerberg.

 

Memunculkan Persoalan Serius

Di sisi lain, penggunaan Sora juga memunculkan persoalan serius. Mulai dari beredarnya konten kekerasan dan rasisme hingga praktik deepfake (video palsu) yang sangat realistis yang berpotensi menyesatkan publik. Dalam konteks itulah, kritik tajam mulai bermunculan dari kalangan analis.

"Sora secara diam-diam menjadi impian buruk dalam moderasi konten. Deepfake berbahaya dan media manipulatif hanya akan berpindah ke platform yang lebih tertutup dan sulit diaudit," kata Ceo Alon Yamin dari CopyLeaks.

Advertisement

 

 

Rilis Blog H-1

Ironisnya, sehari sebelum pengumuman penutupan, OpenAI justru merilis blog berjudul "Creating with Sora safely" yang menjelaskan upaya peningkatan keamanan platform. Hal itu termasuk perlindungan bagi remaja dari pembatasan terhadap konten berbahaya seperti materi seksual, propaganda terorisme, serta promosi tindakan menyakiti diri sendiri.

 

Implikasi Bisnis

Implikasi bisnis dari keputusan penghentian Sora juga signifikan. Hanya tiga bulan sebelumnya, OpenAI menandatangani kerja sama tiga tahun dengan The Walt Disney Company yang memungkinkan penggunaan Sora membuat video menggunakan lebih dari 200 karakter berlisensi dari Marvel, Pixar, dan Star Wars. Kini, kerja sama tersebut resmi dihentikan.

"Seiring pesatnya perkembangan bidang AI yang masih baru, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke area lain," rilis Disney menyikapi keputusan OpenAI. (din/dns)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer