Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Ini Tenggat Trump ke Iran untuk Selat Hormuz

P
TERUS MENYERANG: Kawasan pinggiran Lebanon selatan kembali jadi sasaran serangan Israel kemarin (6/4). Lebanon selatan merupakan basis pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) yang sebagian anggotanya dari Indonesia.
TERUS MENYERANG: Kawasan pinggiran Lebanon selatan kembali jadi sasaran serangan Israel kemarin (6/4). Lebanon selatan merupakan basis pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) yang sebagian anggotanya dari Indonesia.

Advertisement

 WASHINGTON – Pembangkit listrik dan jembatan, dua fasilitas publik itu, disebut Presiden Amerika Serikat (AS) sebagai target serangan besar-besaran. Itu jika Iran bersikeras tak mau membuka Selat Hormuz sampai dengan tenggat hari ini.

"Selasa (7/4) akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA!" tulis Trump di Truth Social pada Minggu (5/4), seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum 10 hari, terhitung sejak 26 Maret. Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global yang lumpuh sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu karena blokade Iran. Hanya kapal yang mendapatkan izin dari Iran yang boleh melintas. Kapal-kapal AS dan negara-negara sekutu dilarang lewat.

Advertisement

Meski retorikanya keras, Trump menyebut, peluang negosiasi masih terbuka. Dia mengklaim, Iran tengah berunding dengan Washington dan kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat.

Namun, seperti juga berbagai pernyataan Trump sebelumnya, Teheran membantahnya dengan keras. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, pernyataan Trump sebagai ancaman terhadap fasilitas sipil yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. "Komunitas internasional memiliki kewajiban untuk menghentikan tindakan ini," demikian pernyataan resmi pemerintah Iran, seperti dikutip dari Tasnim News Agency.

 

 

Skema Baru

Wakil Kepala Komunikasi Kantor Presiden Iran Seyyed Mehdi Tabatabaei menyatakan, bahwa negaranya tengah menyiapkan skema baru terkait Selat Hormuz. Salah satunya adalah penerapan biaya transit bagi kapal yang melintas, bahkan setelah konflik berakhir. Dia juga menilai, ancaman Trump sebagai cerminan keputusasaan. "Amerika menggunakan kata-kata kasar karena marah dan frustrasi," ujarnya.

Di sisi militer, Iran menunjukkan sikap tidak kalah keras. Seorang pejabat keamanan senior menyatakan, negaranya telah menyiapkan kejutan besar untuk menghadapi AS dan Israel. Menurutnya, Iran menjalankan strategi perang yang terukur dan berbasis target jelas.

Pernyataan itu diperkuat oleh klaim keberhasilan Iran menggagalkan operasi militer AS yang berusaha menyelamatkan pilot jet tempur F-15E. Dalam operasi tersebut, Iran mengaku berhasil menghancurkan belasan aset militer AS, termasuk helikopter dan pesawat angkut. Namun, Trump mengklaim, si pilot berhasil dievakuasi dengan selamat. (lyn/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer