Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tutup Lagi Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal India yang Nekat Melintas

P
    Query successfulBerikut adalah transkrip lengkap dari halaman depan surat kabar Jawa Pos edisi Senin Pahing, 20 April 2026:Jawa PosSENIN PAHING 20 APRIL 2026 | Selalu Ada Yang Baru!Hukum Progresif, Literasi, dan Transformasi Pendidikan Tinggi BerdampakREFORMASI serta reformulasi hukum dan regulasi nasional terus menghadapi tantangan yang kompleks seiring dengan perubahan lingkungan yang cepat dan tidak menentu. Situasi VUCA (Volatility/volatilitas, Uncertainty/ketidakpastian, Complexity/kompleksitas, dan Ambiguity/ambiguitas) membuat gap antara harapan dan kenyataan terhadap bangunan hukum serta regulasi di masyarakat kian berjarak.Dalam konteks ini harus diakui bahwa hukum dan regulasi nasional sering ketinggalan sehingga perlu visi baru agar jarak itu tak kian melebar. Harus diupayakan agar hukum dan regulasi bisa menjadi alat rekayasa sosial (social engineering) dan bukan sebagai pemadam kebakaran semata atas beragam masalah yang terjadi di masyarakat.    Prof Safi (Rektor Universitas Trunojoyo Madura)    Baca Hukum... Hal 4Tutup Lagi Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal India yang Nekat MelintasPATROLI UDARA: Helikopter milik AS, AH-64 Apache, terbang di atas Selat Hormuz (17/4).
Query successful Berikut adalah transkrip lengkap dari halaman depan surat kabar Jawa Pos edisi Senin Pahing, 20 April 2026: Jawa Pos SENIN PAHING 20 APRIL 2026 | Selalu Ada Yang Baru! Hukum Progresif, Literasi, dan Transformasi Pendidikan Tinggi Berdampak REFORMASI serta reformulasi hukum dan regulasi nasional terus menghadapi tantangan yang kompleks seiring dengan perubahan lingkungan yang cepat dan tidak menentu. Situasi VUCA (Volatility/volatilitas, Uncertainty/ketidakpastian, Complexity/kompleksitas, dan Ambiguity/ambiguitas) membuat gap antara harapan dan kenyataan terhadap bangunan hukum serta regulasi di masyarakat kian berjarak. Dalam konteks ini harus diakui bahwa hukum dan regulasi nasional sering ketinggalan sehingga perlu visi baru agar jarak itu tak kian melebar. Harus diupayakan agar hukum dan regulasi bisa menjadi alat rekayasa sosial (social engineering) dan bukan sebagai pemadam kebakaran semata atas beragam masalah yang terjadi di masyarakat. Prof Safi (Rektor Universitas Trunojoyo Madura) Baca Hukum... Hal 4 Tutup Lagi Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal India yang Nekat Melintas PATROLI UDARA: Helikopter milik AS, AH-64 Apache, terbang di atas Selat Hormuz (17/4).

Advertisement

 

PATROLI UDARA: Helikopter milik AS, AH-64 Apache, terbang di atas Selat Hormuz (17/4).
PATROLI UDARA: Helikopter milik AS, AH-64 Apache, terbang di atas Selat Hormuz (17/4).

 TEHERAN – Iran tak sedang menggertak setelah menyatakan menutup kembali Selat Hormuz. Terbukti, dua kapal India harus memutar balik setelah diserang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Advertisement

ada hal sebelumnya, sembilan kapal India, sudah diberikan izin melintas. Mengutip Hindustan Times, kedua kapal yang harus memutar arah kembali ke perairan Teluk Persia itu adalah Samrat Iherdi, tanker pembawa minyak mentah; dan Jag Arnav, kapal pengangkut muatan kering dalam jumlah besar tanpa kemasan.

"Perairan Selat Hormuz tertutup sepenuhnya sampai Amerika Serikat menghentikan blokade pelabuhan dan kapal Iran. Kami inginkan, semua kapal yang melanggar penutupan ini akan menjadi target serangan dan blokade AS kami anggap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata," kata IRGC dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Press TV Sabtu (18/4).

Penutupan itu dilakukan Selasa atau sehari setelah menyatakan menyegel Selat Hormuz terbukti bagi pelayaran komersial, tetapi kapal yang melayarinya tetap harus berkoordinasi dengan Teheran. Setidaknya delapan kapal telah sempat melewati selat tersebut dengan aman.

Advertisement

Langkah Iran itu langsung menyulut emosi Presiden AS Donald Trump. "Kalau tidak ada kesepakatan sampai dengan Rabu (22/4), kami akan mulai melakukan pengepungan laut," kata Trump seperti dikutip dari News Nation.

Rabu (22/4) lusa memang akhir gencatan senjata dua pekan yang dimulai 8 April. Pertemuan kedua negara di Islamabad, Pakistan, pada 11 April lalu yang dimediasi tuan rumah tak membuahkan hasil.

Tetap Berunding

Meski demikian, kedua negara tetap bernegosiasi secara langsung di balik layar. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf menyatakan, kedua negara mencapai sejumlah kemajuan untuk mengakhiri perang. Namun, masih ada jurang perbedaan yang membuat kesepakatan akhir belum tercapai.

"Pada persoalan nuklir dan Selat Hormuz, mereka punya pandangan yang berseberangan dengan kami," kata Ghalibaf seperti dikutip yang belum terselesaikan seperti dikutip dari Middle East Eye.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer