Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek New Rafah Kedok Israel Perluas Basis Militer di Gaza

P
TINGGAL PUING: Sisa reruntuhan bangunan di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
TINGGAL PUING: Sisa reruntuhan bangunan di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.

Advertisement

 

YERUSALEM – Citra satelit terbaru mengindikasikan proyek New Rafah tidak berjalan, sementara Israel justru memperluas basis militernya di Jalur Gaza. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek New Rafah hanya menjadi kedok, sementara ekspansi militer di Gaza terus berlangsung.

Investigasi Unit Digital Al Jazeera terhadap citra dari Planet Labs dan Sentinel Hub menunjukkan tidak adanya pembangunan baru maupun pembersihan puing di lokasi proyek tersebut dalam periode 20 Februari hingga 4 Maret. Pada rentang 25 Februari hingga 15 Maret, aktivitas sipil di Gaza juga terpantau nyaris berhenti.

Advertisement

Sebaliknya, aktivitas militer meningkat signifikan di sejumlah titik. Di Kota Gaza, pengerjaan intensif terlihat di bukit strategis al-Muntar, kawasan Shujayea. Pembangunan pos militer dan penguatan pertahanan juga terdeteksi di Khan Younis, Gaza selatan.

Di wilayah Gaza tengah, pembangunan parit dan tanggul tanah memanjang hingga mendekati kamp Maghazi di Deir el-Balah. Sementara di Juhor ad-Dik, citra memperlihatkan jalan baru yang menghubungkan basis militer lama dengan area yang baru diratakan. Temuan ini memperkuat investigasi sebelumnya oleh Forensic Architecture yang mencatat puluhan lokasi militer Israel berkembang menjadi basis permanen.

Advertisement

Pemindahan Paksa Warga

Proyek New Rafah sendiri sebelumnya dipromosikan sebagai pusat ekonomi baru. Jared Kushner menyebut proyek itu akan menghadirkan kota modern dan resor mewah. Presiden AS Donald Trump juga mengklaim telah menyiapkan rencana pendanaan hingga 10 miliar dolar untuk rekonstruksi Gaza.

Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menegaskan perubahan tersebut sebagai perbatasan baru.

"Kami tidak akan meninggalkan Gaza dan berencana membangun pemukiman militer-pertanian," kata Israel Katz, menteri pertahanan Israel. (lyn/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer