Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trump Perpanjang Gencatan Senjata

P
SEMANGAT PERLAWANAN: Seorang pejalan kaki melewati mural anti-AS dan Israel di Teheran (21/4).
SEMANGAT PERLAWANAN: Seorang pejalan kaki melewati mural anti-AS dan Israel di Teheran (21/4).

Advertisement

 

TEHERAN – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, langkah tersebut tidak diikuti penghentian blokade yang justru memicu kecaman keras dari Teheran. Gencatan dua pekan itu resminya berakhir kemarin (22/4). Trump sempat mengancam akan melakukan serangan besar-besaran kalau tak mau kembali ke meja perundingan. Tapi, mengutip Al Jazeera, Trump menyatakan, serangan militer ditunda hingga para pemimpin Iran dapat mengajukan "proposal terpadu" untuk mengakhiri perang. Dia juga mengaitkan keputusan itu dengan permintaan dari Panglima Militer Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Meski gencatan senjata diperpanjang, situasi di lapangan tetap tegang. Blokade laut yang dilakukan AS terhadap pelabuhan Iran masih berlangsung. Ini menimbulkan pertanyaan apakah langkah tersebut cukup untuk mendorong Iran ke meja perundingan di Pakistan. Apalagi, selain blokade, AS juga menyerang kapal kargo Iran. Iran menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran serius. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa blokade merupakan bentuk agresi. "Memblokade pelabuhan Iran adalah tindakan perang dan pelanggaran gencatan senjata. Menyerang kapal dagang dan menahan awaknya adalah pelanggaran yang lebih besar lagi," tuturnya seperti dikutip dari Tasnim News Agency.

Advertisement

Araghchi juga menekankan bahwa Iran mampu menghadapi tekanan tersebut. "Iran tahu bagaimana menetralisasi pembatasan, membela kepentingannya, dan melawan intimidasi," katanya.

Langgar Aturan

Advertisement

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menyita dua kapal yang melanggar aturan di Selat Hormuz. Kedua kapal itu adalah MSC Francesca yang disebut milik pemerintah Israel serta Epaminondes. Kedua kapal yang telah dibawa ke dalam wilayah perairan Iran tersebut, kata IRGC, telah melintas tanpa izin. Juga, membahayakan keselamatan maritim saat diam-diam berupaya meninggalkan Selat Hormuz. "Dengan kemampuan dominan intelijen Garda Revolusi, kedua kapal berhasil diidentifikasi dan dihentikan dalam rangka menjaga kehormatan dan kedaulatan Iran di Selat Hormuz," kata IRGC dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Press TV.

Dari Indonesia, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut, dua kapal milik Pertamina masih belum bisa melewati Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia terus bernegosiasi dengan Iran terkait izin pelayaran di tengah situasi yang semakin kompleks akibat blokade dan dinamika internal di lapangan.

"Kadang-kadang apa yang menjadi kebijakan (pemerintah Iran) dari atas itu tidak serta merta bisa diimplementasikan di lapangan," katanya. (lyn/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer