Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Putin Siap Bertemu Zelensky

P
MENUJU MEJA PERUNDINGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Sabtu (9/5). Rusia merayakan peringatan ke-81 kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. (AFP)
MENUJU MEJA PERUNDINGAN: Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Sabtu (9/5). Rusia merayakan peringatan ke-81 kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. (AFP)

Advertisement

 

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Dalam pernyataannya usai parade Hari Kemenangan di Moskow, Putin bahkan menyebut mantan kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai sosok yang paling ia pilih untuk menjadi mitra negosiasi menuju perdamaian. "Bagi saya pribadi, mantan kanselir Republik Federal Jerman, Bapak Schröder, lebih saya sukai," kata Putin, Sabtu (9/5).

Putin mengatakan dirinya siap membahas pengaturan keamanan baru di Eropa dan membuka peluang pertemuan langsung dengan Zelensky di negara ketiga. Namun, ia menegaskan pertemuan itu hanya akan dilakukan setelah seluruh syarat kesepakatan damai disepakati lebih dahulu. "Ini seharusnya menjadi poin terakhir, bukan negosiasi itu sendiri," ujarnya.

Advertisement

Parade Kemenangan

Pernyataan Putin muncul beberapa jam setelah ia kembali menegaskan tekad Rusia memenangkan perang dalam parade Hari Kemenangan yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, parade tersebut tidak menampilkan alutsista berat dalam jumlah besar dan hanya dihadiri sedikit pemimpin asing.

Di medan tempur, Rusia masih menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina, meski pasukannya belum mampu merebut seluruh kawasan Donbas di Ukraina timur. Kemajuan militer Moskow juga dilaporkan melambat sepanjang tahun ini.

Kecam Dukungan Barat

Putin turut mengecam dukungan Barat terhadap Kiev. Menurutnya, negara-negara Barat selama ini berharap Rusia mengalami kekalahan total.

Sementara itu, Rusia dan Ukraina mulai menjalankan gencatan senjata selama tiga hari yang diumumkan bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, kedua pihak langsung saling menuduh melakukan pelanggaran di tengah serangan drone dan jatuhnya korban sipil.

Kremlin memastikan belum ada rencana memperpanjang gencatan senjata tersebut. Rusia dan Ukraina juga sepakat menukar 1.000 tahanan selama masa penghentian sementara pertempuran berlangsung. (gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer