Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Amazon Tuntut Pajak Warga Miskin Dihapus

P
KRITIK PEDAS: Spanduk bergambar potret (dari kiri) Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg dengan tulisan peringatan untuk membayar pajak di Davos, Swiss.
KRITIK PEDAS: Spanduk bergambar potret (dari kiri) Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg dengan tulisan peringatan untuk membayar pajak di Davos, Swiss.

Advertisement

 

NEW YORK – Pendiri Amazon sekaligus miliarder dunia Jeff Bezos mendukung gagasan penghapusan pajak penghasilan bagi warga miskin di Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu disampaikan Bezos saat wawancara eksklusif dengan CNBC di New York, Rabu (20/5) waktu setempat. Dalam wawancara tersebut, Bezos menyoroti ketimpangan ekonomi yang menurutnya membuat sebagian masyarakat masih terbebani kebutuhan hidup dan pajak penghasilan. Dia menyebut kondisi ekonomi Amerika saat ini sebagai “kisah tentang dua ekonomi”.

Dilansir dari CNBC, Kamis (21/5), Bezos menilai sistem pajak perlu lebih berpihak kepada kelompok berpendapatan rendah. Dia mencontohkan seorang perawat di Queens dengan penghasilan sekitar 75 ribu dolar AS per tahun masih harus membayar pajak lebih dari 12 ribu dolar AS. “Bukankah itu sangat tidak masuk akal?” ujar Bezos dalam wawancara tersebut.

Advertisement

Bela Orang Kaya

Meski mendukung pengurangan beban pajak bagi warga miskin, Bezos juga membela kalangan super kaya dari kritik soal ketimpangan ekonomi. Menurut dia, menjadikan miliarder sebagai kambing hitam tidak akan menyelesaikan persoalan ekonomi Amerika. Bezos menegaskan bahwa sistem perpajakan di Amerika Serikat sudah bersifat progresif. Dia juga membantah tudingan bahwa dirinya tidak memberikan kontribusi pajak kepada negara. “Orang-orang terkadang mengatakan bahwa saya tidak membayar pajak. Itu tidak benar. Saya membayar pajak dalam jumlah miliaran dolar,” katanya.

Advertisement

Dukung Trump

Selain membahas pajak, Bezos turut menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dia optimistis AI tidak akan menjadi ancaman besar bagi lapangan pekerjaan karena teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas manusia.

Pendiri Blue Origin itu juga berbicara mengenai politik Amerika Serikat. Bezos menilai Presiden Donald Trump saat ini lebih matang dibanding periode pertamanya memimpin pemerintahan. Menurut Bezos, pelaku bisnis tetap perlu terlibat dalam kebijakan negara tanpa memandang afiliasi politik. (din/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer