Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

P
ULUH LANTAK: Petugas mengevakuasi jenazah dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan Desa Qannarit di Lebanon selatan pada Sabtu (20/6). (Foto: AFP)
LULUH LANTAK: Petugas mengevakuasi jenazah dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan Desa Qannarit di Lebanon selatan pada Sabtu (20/6). (Foto: AFP)

Advertisement

 

TEHERAN – Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 16 orang. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur pelayaran dan distribusi energi dunia, sekaligus mengancam implementasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru dicapai beberapa hari lalu.

Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (20/6) mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal. Rekaman pengumuman berbahasa Inggris mengenai penutupan jalur strategis itu juga beredar luas di media sosial.

Advertisement

Militer Iran menyatakan penutupan dilakukan sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan oleh Israel yang kembali menyerang Lebanon. "Langkah pertama ini merupakan tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh. Jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya," demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya, media resmi Lebanon melaporkan serangan Israel di sebuah desa dekat Kota Sidon menewaskan sedikitnya tujuh orang. Sementara Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebut serangan lain di Qannarit menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 13 warga. Serangan itu terjadi meski gencatan senjata dengan Hizbullah baru diumumkan sehari sebelumnya.

Advertisement

Di tengah meningkatnya ketegangan, Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Swiss untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran terkait implementasi kesepakatan damai. Menurut Vance, negosiasi akan difokuskan pada program nuklir Iran serta upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.

Perundingan tersebut sebelumnya sempat tertunda setelah Israel melancarkan serangan mematikan di Lebanon. Meski Israel dan Hizbullah saling menuding melanggar gencatan senjata, Washington tetap berharap jalur diplomasi mampu mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. (wan/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer