JAGOSATU.COM - Diktator adalah seorang pemimpin pemerintahan yang memiliki kekuasaan mutlak, biasanya diperoleh melalui kekerasan atau melalui cara yang tidak demokratis. Salah satu diktator yang paling terkenal di dunia adalah Adolf Hitler. Mari kita bahas sejarahnya.
Siapa yang tidak mengenal nama Adolf Hitler, salah satu orang dengan kekuasaan terbesar pada zamannya? Adolf Hitler lahir pada 20 April 1889, berzodiak Taurus. Kira-kira tipe kepribadiannya apa, ya? Silakan berikan komentar di bawah artikel ini.
Adolf Hitler lahir di sebuah kotak kecil di Austria, dari pasangan Alois Hitler dan Klara Pölzl. Ayahnya, Alois, adalah seorang pegawai Bea Cukai, dan meskipun pekerjaannya lumayan baik, dia menginginkan anaknya untuk mengikuti jejaknya. Namun, Adolf adalah anak yang keras kepala dan sulit diatur. Bahkan, ia tidak mampu mematuhi peraturan sekolah yang ketat. Meskipun dianggap berbakat oleh guru-gurunya, Adolf cenderung melawan perintah dan tidak bisa diatur. Terlebih lagi, ia bahkan gagal dalam ujian akhirnya, Abitur.
Pada tahun 1903, ayah Adolf, Alois, meninggal dunia. Ini membuat hubungannya dengan temannya, Kubizek, semakin rumit. Kubizek menyarankannya untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil, tetapi Adolf memutuskan untuk mengikuti jalannya sendiri dan mengejar mimpinya menjadi seorang pelukis. Ini menyebabkan pertengkaran antara Adolf dan ibunya, yang ingin dia menjadi pegawai negeri sipil seperti ayahnya.
Pada tahun 1908, setelah dua kali ditolak oleh Akademi Seni Rupa dan Desain di Vienna, Adolf diberi saran oleh profesor bahwa ia mungkin lebih cocok di bidang arsitektur. Namun, untuk belajar arsitektur, ia harus memiliki Abitur yang tidak dimilikinya. Itulah saat-saat sulit dalam hidupnya. Pada tahun 1908, ibunya meninggal dunia, yang menyebabkan Adolf merasa marah, kecewa, dan malu. Dia mengasingkan dirinya ke Wina dan tidak ingin berhubungan dengan teman-temannya. Ini adalah awal dari perjalanan yang panjang dan gelap.
Mungkin inilah momen ketika kita mulai memahami siapa sebenarnya Adolf Hitler yang kita kenal. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi terpengaruh oleh sentimen anti-Yahudi yang sudah ada di Austria dan Jerman saat itu. Terutama di Wina, antisemitisme sudah menjadi hal umum, dan pemerintah kota sangat mendukungnya. Masyarakat menilai orang Yahudi sebagai licik, serakah, hidup secara eksklusif, dan menganggap mereka sebagai ancaman terhadap stabilitas Eropa. Perasaan benci ini mulai merasuki Adolf, yang tengah berada dalam fase refleksi dan kebingungan. Kehidupannya kacau dan tidak jelas, dan dia mulai tercermin dalam kebencian di sekitarnya.
Pada tahun 1910, kehidupan Adolf berubah ketika ia mendapat warisan dari seorang bibinya. Ini adalah momen yang mengubah hidupnya. Ia juga mendapatkan pekerjaan dalam perusahaan periklanan. Ia mulai mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi, bahkan lebih baik daripada pegawai bank. Dia mulai merasa lebih baik, namun masih merasa menyesal karena tidak mengikuti minatnya dalam seni. Pada tahun 1913, Adolf memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lamanya dan pindah ke Jerman.
Di Jerman, karya seni Adolf mulai dihargai lebih tinggi daripada di Austria. Dia mulai menghasilkan pendapatan yang baik sebagai seniman jalanan yang menggambar kartu pos. Penghasilannya terus meningkat, bahkan melebihi penghasilan seorang pegawai bank. Itulah saat-saat ketika ia mulai mencintai Jerman dan merasakan semangat nasionalisme tumbuh di dalam dirinya.
Ketika Perang Dunia Pertama pecah pada tahun 1914, Adolf mendaftar sebagai tentara Jerman, meskipun dia tidak memiliki pengalaman militer sebelumnya. Meskipun ditugaskan sebagai kurir, pekerjaannya berisiko tinggi dan mengancam nyawanya. Namun, semangat nasionalisme yang mendalam mendorongnya untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Dia bahkan meminta tugas tambahan di medan perang. Selama bertugas, dia diberikan dua penghargaan militer, termasuk Iron Cross, yang jarang diberikan kepada seseorang tanpa latar belakang militer yang kuat.
Ketika Jerman akhirnya dikalahkan oleh sekutu pada tahun 1918, banyak orang Jerman yang merasa kecewa dan marah. Selain itu, krisis ekonomi melanda negara itu. Pemberontakan komunis mulai bermunculan, dan propaganda yang menyalahkan orang Yahudi sebagai dalang di balik pemberontakan itu menyebar luas. Adolf, yang pada saat itu dalam fase refleksi dan kebingungan, mulai terpengaruh oleh sentimen anti-Yahudi di sekitarnya.
Pada tahun 1919, selama perang berkecamuk, pemerintah Jerman memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berbicara dan maju dalam pemilihan umum. Adolf melihat kesempatan ini untuk berbicara di depan publik dan memanfaatkannya dengan baik. Dengan karismanya yang luar biasa, ia mampu menyentuh emosi banyak orang dan membangkitkan semangat nasionalisme. Meskipun ia adalah seorang pria yang tak dikenal pada saat itu, orasinya menarik perhatian banyak orang dan petinggi intelijen militer memintanya untuk menjadi seorang mata-mata.
Adolf setuju untuk menyusup ke Partai Pekerja Jerman (DAP), yang dikenal sebagai partai nasionalis Jerman. Namun, saat berada di dalam partai itu, ia lupa akan tugas mata-matanya karena ia merasa dihormati dan dihargai oleh anggota partai. Pada tahun 1920, ia memutuskan untuk tidak lagi berperan sebagai mata-mata dan ingin menjadi anggota penuh partai. Inilah awal dari perjalanan Adolf dalam memimpin partai tersebut.
Dengan Adolf sebagai pemimpin, Partai DAP tumbuh pesat. Namanya mulai dikenal di seluruh Jerman, dan ia mengubah nama partai menjadi Partai Sosialis Nasional (NSDAP), yang lebih dikenal sebagai Partai Nazi. Selama masa kepemimpinannya, ia mendapat dukungan finansial dari kelompok-kelompok elit Jerman. Di bawah kepemimpinannya, Partai Nazi menjadi lebih kuat.
Namun, pada tahun 1923, Adolf mencoba melakukan kudeta yang dikenal sebagai Putsch Beer Hall. Sayangnya, kudeta tersebut gagal karena tidak direncanakan dengan baik, dan banyak anggota partai Nazi, termasuk Adolf, ditangkap. Ini adalah masa yang sulit bagi Adolf dan partainya. Pada tahun 1924, Adolf diadili dan dijatuhi hukuman penjara, walaupun semestinya sebagai seorang pemberontak, ia dihukum mati. Selama di penjara, Adolf menulis buku yang berjudul Mein Kampf (Mind Confusion), yang berisi ideologi dan rencananya untuk masa depan Jerman.
Maret 1925, setelah hanya menjalani 9 bulan di penjara, Adolf dibebaskan. Ia kembali ke politik dan mulai membangun kembali Partai Nazi menggunakan propaganda dan pidato-pidato karismatiknya. Dia akhirnya mendapatkan dukungan dari masyarakat yang sedang terpuruk akibat krisis ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1928 hingga 1930. Pada saat yang sama, banyak orang khawatir tentang kebangkitan komunisme. Pada pemilu tahun 1930, Partai Nazi mendapatkan jumlah suara terbesar kedua, dan pada pemilu tahun 1932, mereka menjadi partai terbesar di parlemen Jerman.
Adolf Hitler telah menjadi salah satu politikus yang paling dihormati dan berpengaruh di Jerman. Pada tahun 1933, dia diangkat menjadi Kanselir Jerman. Namun, saat Paul von Hindenburg, presiden Jerman saat itu, meninggal pada tahun 1934, Adolf menggabungkan posisi Kanselir dan Presiden, menjadi pemimpin tunggal Jerman. Dengan kekuasaan mutlaknya, ia berusaha mengembalikan kejayaan Jerman dengan menyerang negara-negara di Eropa Timur, termasuk Rusia. Pada tanggal 1 September 1939, ia menginvasi Polandia, yang memicu Perang Dunia II.
Ini adalah awal dari konflik yang akan menelan banyak nyawa dan akhirnya berakhir dengan kematian sekitar 60 juta orang di seluruh dunia. Dari jumlah ini, sekitar 6 hingga 8 juta orang adalah orang Jerman, yang menjadi korban dari rezim Adolf Hitler. Selama Perang Dunia, Adolf mulai mengejar rencananya untuk menghancurkan orang Yahudi. Harta mereka dirampas, rumah mereka dibakar, dan pernikahan antara orang Jerman dan Yahudi dilarang. Pada tahun 1941 hingga 1945, ia membangun kamp-kamp kematian dengan tembok tinggi dan kawat berduri di seluruh Eropa yang dikuasai oleh Nazi. Tempat-tempat ini dikenal sebagai "kamp konsentrasi" dan "kamp pemusnahan" (kamp eksperimen medis). Inilah yang kita kenal dengan nama Holokaus.
Selain orang-orang Yahudi, Adolf juga memusnahkan sekitar 5 juta orang lain, termasuk orang-orang Slavia, Rumania, Sinti dan Roma, serta lawan-lawan politiknya. Setelah Perang Dunia II yang mengorbankan banyak nyawa yang tidak bersalah, dan setelah kebijakan pembunuhan massal yang sangat tidak manusiawi, Adolf Hitler dan rezim Nazi-nya mengukir sejarah sebagai salah satu periode kelam dalam sejarah dunia.
Pada tahun 1945, dengan tentara Uni Soviet mendekati Berlin, Adolf Hitler memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Pada tanggal 30 April 1945, dia dan istrinya, Eva Braun, bunuh diri dengan menelan kapsul sianida dan menembak diri mereka sendiri. Tubuh mereka kemudian ditemukan dan dibakar. Meskipun ada teori konspirasi yang mengklaim bahwa Adolf Hitler mungkin melarikan diri, catatan sejarah menegaskan bahwa dia memilih untuk mengakhiri hidupnya. Jadi, sebelum kalian terlalu cepat mempercayai teori konspirasi, penting untuk mengingat bahwa Adolf Hitler adalah salah satu tokoh paling kontroversial dan jahat dalam sejarah dunia.
Kisah hidupnya penuh dengan perjuangan, konflik internal, dan ambisi kekuasaan. Sejarah Perang Dunia II, dengan semua kompleksitasnya, adalah topik yang luas dan mendalam, jauh melebihi apa yang bisa kita bahas dalam artikel ini. Namun, melalui kisah hidup Adolf Hitler, kita dapat memahami bagaimana seseorang yang awalnya tidak dikenal bisa tumbuh menjadi pemimpin yang sangat berkuasa, dengan semua konsekuensi mengerikan yang menyertainya.
Sumber: Youtube Nessie Judge
Editor : Aprilia Sahari