JAGOSATU.COM - Sebuah laporan terbaru dari Statistics Korea memperkirakan bahwa Korea Selatan akan menghadapi penurunan populasi yang signifikan, dengan setengah dari penduduk berusia di atas 65 tahun pada tahun 2072.
Proyeksi tersebut menunjukkan kemungkinan penurunan lebih dari 40 persen dalam lima dekade mendatang.
Laporan tersebut mempresentasikan tiga skenario berbeda—optimis, median, dan pesimis—bergantung pada tingkat populasi yang akan terjadi dalam waktu dekat.
Dalam skenario utama, total populasi yang kini mencapai 51,7 juta diperkirakan akan turun menjadi 51,3 juta pada tahun 2030, dan berlanjut hingga mencapai 36,2 juta pada tahun 2072.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi proyeksi ini adalah tingkat kesuburan total yang diprediksi akan terus menurun hingga tahun 2025.
Dalam skenario terburuk, tingkat kesuburan diperkirakan mencapai 0,65, sedangkan pada skenario paling optimis, tingkat kesuburan total dapat mencapai 1,34 pada tahun 2072.
Meskipun demikian, angka-angka tersebut masih jauh di bawah tingkat kesuburan minimum yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi, yaitu 2,1 anak per wanita.
Dengan demikian, proyeksi menunjukkan peningkatan dramatis dalam jumlah penduduk lanjut usia, mencapai lebih dari 17 juta pada tahun 2072.
Pemerintah Korea Selatan mengakui serius dampak rendahnya tingkat kelahiran ini.
Lee Ki-il, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, menyatakan, "Pemerintah mengakui rendahnya angka kelahiran saat ini sebagai sebuah krisis yang dapat membahayakan eksistensi negara."
Pemerintah berkomitmen untuk merespons tantangan demografis ini dengan serius demi menjaga keberlanjutan populasi Korea Selatan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey