Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Konflik Memanas, Perang Thailand-Kamboja Tewaskan Puluhan Orang

ALengkong • 2025-07-26 14:26:49
Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket BM-21 di Provinsi Preah Vihear ketika pertempuran berkecamuk melawan Thailand pada Kamis, 24 Juli 2025
Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket BM-21 di Provinsi Preah Vihear ketika pertempuran berkecamuk melawan Thailand pada Kamis, 24 Juli 2025

Jagosatu.com-Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus berlanjut pada Sabtu, 26 Juli 2025, meskipun pihak Kamboja telah menyerukan gencatan senjata secara sepihak.Pertempuran yang pecah sejak Kamis, 24 Juli, kini menjadi salah satu konflik paling mematikan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah korban jiwa mencapai 33 orang, dengan pertempuran yang melibatkan berbagai jenis persenjataan berat dari kedua belah pihak.

Ketegangan yang berakar dari sengketa perbatasan kini berubah menjadi konfrontasi militer besar-besaran.

Pasukan darat, artileri, jet tempur, dan tank telah dikerahkan dalam pertempuran di sepanjang wilayah perbatasan.

Pihak Kamboja melaporkan 13 korban tewas, termasuk lima anggota militer dan delapan warga sipil.

Selain itu, 71 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan-serangan yang terus terjadi sejak awal pekan.

Di pihak Thailand, militer mengonfirmasi lima tentara tewas pada Jumat, menambah total korban di negara tersebut menjadi 20 orang.

Dari jumlah itu, 14 merupakan warga sipil dan enam lainnya anggota militer Thailand yang bertugas di garis depan.

Kematian puluhan orang ini melampaui jumlah korban dalam bentrokan besar antara tahun 2008 dan 2011.

Pertempuran terbaru pecah pada pukul 05.00 pagi, saat pasukan Thailand diduga menembakkan peluru artileri ke wilayah Pursat, Kamboja.

Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Provinsi Trat di Thailand, yang kini menjadi titik panas dalam konflik ini.

Wartawan AFP yang melaporkan dari kota Samraong, Kamboja, mendengar ledakan keras dari tembakan artileri pada Sabtu sore.

Sementara itu, di Provinsi Sisaket, Thailand, seorang warga bernama Sutian Phiewchan menceritakan ketakutannya saat mendengar suara tembakan keras dari dalam bunker.

Situasi ini telah memaksa lebih dari 138.000 orang untuk dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand yang terdampak konflik.

Di sisi lain, sekitar 35.000 warga Kamboja harus mengungsi dari rumah mereka demi keselamatan.

Kamboja mendesak dilakukannya gencatan senjata segera dan tanpa prasyarat demi menghentikan pertumpahan darah.

Seruan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, setelah rapat tertutup di Dewan Keamanan PBB.

Namun, Thailand menanggapi dingin ajakan tersebut dan meminta Kamboja menunjukkan kesungguhan untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Menteri Luar Negeri Thailand, Maris Sangiampongsa, menegaskan bahwa negosiasi baru bisa dimulai jika Kamboja menunjukkan itikad baik yang jelas.(LR)

Editor : ALengkong
#Thailand #Kamboja