Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 30 Oktober 2025, Markus 7:17-19 Tidak Nampak Namun Berdampak.

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Markus 7: 17-19


Advertisement

TIDAK NAMPAK NAMUN BERDAMPAK

"Karena tidak masuk ke dalam hati melainkan ke dalam perutnya, lalu keluar ko jamban? Dengan demikian la menyatakan semua makanan halal" (ay.19)

Semua orang berhak menjadi seorang pemimpin. Pemahaman ini didasari bahwa anugerah Allah yang memberikan hikmat kepada semua orang. Namun, hal yang melatarbelakanginya adalah takut akan Tuhan. Sebagaimana yang tertulis, "Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan..." (Ams. 1: 7). Hal ini perlu disadari dan dilandaskan kepada hidup seluruh umat-Nya yang memberi diri menjadi pemimpin.

Advertisement

Ajakan untuk memahami perintah Tuhan dan tradisi ini tampaknya menjadi topik yang menarik bagi para pengikut Yesus. Mereka masih mengajukan pertanyaan setelah menjauh dari kerumunan. Yesus kemudian menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak menjadikan seseorang kotor, sebaliknya, yang menjadikan najis adalah apa yang muncul dari hati seseorang melalui ucapan. Ajaran dan pemikiran yang disampaikan oleh Yesus, tentunya, bukan hal yang mudah untuk diterima, mengingat tradisi lama yang selalu menekankan pada hal-hal yang terlihat. Yesus mengubah pemahaman tentang kekudusan, dari hal yang tampak menuju yang tak terlihat, tetapi memiliki pengaruh besar. Kekudusan seharusnya tidak hanya terpaku pada kebersihan fisik, melainkan adalah keadaan hati yang diperbaharui oleh Yesus, yang tercermin dalam setiap kata yang diucapkan.

Kita perlu untuk lebih fokus pada hal-hal yang tak terlihat daripada hanya pada yang tampak. Contohnya adalah kesiapan dan ketulusan hati serta kesungguhan, ketimbang hanya menghabiskan waktu untuk mempercantik penampilan saat melayani. Membangun orang lain dengan kata-kata yang menguatkan dan meneguhkan, jauh lebih berarti daripada sekadar menunjukkan diri kita sebagai orang yang pintar. Kekudusan bukan sekadar tentang membangun citra yang baik, melainkan tentang memiliki sikap yang tulus dalam berinteraksi, termasuk dalam dunia digital. Setiap hubungan pribadi kita dengan Allah semakin membentuk karakter hati kita.

 

Advertisement

Doa: Tuhan, ajar aku untuk lebih memperhatikan kedalaman hati daripada penampilan luar, melayani dengan tulus, membangun sesama lewat perkataan yang memberkati. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer