Sabda Bina Umat,Renungan Pagi, Sabtu, 1 November 2025, Lukas 14:15-24 Apakah Yang Paling Penting.

Lukas 14: 15-24
APAKAH YANG PALING PENTING?
"Tetapi, mereka semua, satu demi satu, mulai meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan harus pergi melihatnya. Aku minta maaf..." (ay.18)
Seorang ayah diminta bantuan berkontribusi dalam pembangunan sebuah gereja. la dengan sopan menolak tawaran tersebut karena sedang terlibat dalam banyak proyek yang menguntungkan. Namun, suatu ketika, ia didiagnosa dengan penyakit yang membuatnya sangat cemas akan masa depannya. Setelah itu, ia mengontak pengurus gereja untuk menawarkan bantuan dalam pembangunan tersebut. Tiba-tiba, ia menemukan waktu untuk melayani. Siapa pun yang menilai akan menyadari bahwa alasannya bukanlah kurangnya waktu, melainkan pandangannya bahwa melayani dalam pekerjaan Tuhan tidaklah menjadi prioritas dalam hidupnya. Bacaan Alkitab hari ini, memberikan makna tentang panggilan Tuhan.
Undangan untuk perayaan agung ini merupakan panggilan kepada keselamatan yang sempurna dari Allah. Para pelayan-Nya dikirim untuk menyampaikan undangan tersebut, tetapi orang-orang yang dipanggil memilih untuk menolak dengan berbagai alasan. Mereka menganggap bahwa pekerjaan dan keluarga mereka lebih penting dibandingkan tuan yang mengundang mereka ke acara tersebut. Inilah alasan utama penolakan mereka. Akibatnya, undangan tersebut disampaikan kepada orang-orang yang kurang mampu, mereka yang cacat, lumpuh, dan buta. Mereka pun akhirnya yang menerima keselamatan.
Tuhan menawarkan sejumlah undangan kepada kita, sebagai individu yang telah mempercayai-Nya, melalui ajaran yang terdapat di dalam Alkitab. Kita diingatkan agar tidak mengabaikan undangan-Nya dengan berbagai alasan seperti kesibukan dalam pekerjaan atau urusan lainnya. Penting bagi kita untuk menjadwalkan waktu untuk membaca Alkitab, berdoa, dan beribadah bersama jemaat lainnya. Sering kali, kita justru meluangkan lebih banyak waktu untuk media sosial. Kita mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang sering terabaikan atau dianggap tidak penting. Mari kita pastikan bahwa Tuhan tetap menjadi prioritas utama dalam hidup kita.
Doa: Tuhan ajarlah aku untuk mengutamakan Tuhan di atas segala hal. Amin.

