Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Haraian, Senin, 3 November 2025, Yudas 1:8-13 Jangan Jadi Guru Palsu.

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yudas 1:8-13


Advertisement

JANGAN JADI GURU PALSU!

Kehadiran Yesus membawaku pada perubahan yang menyeluruh dalam hidupku.

"Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, ..." (ay. 12)

Advertisement

Sobat muda, surat Yudas ditulis untuk menghidupkan kembali ajaran yang benar di dalam jemaat. Saat itu, beberapa orang yang pernah meninggalkan persekutuan, kembali dengan ajaran yang berbeda. Mereka berpikir bahwa roh dan daging itu terpisah. Roh bersifat kudus, sedangkan daging cemar. Mereka juga beranggapan kesucian daging tidak perlu dijaga. Alhasil, para guru palsu ini menjalani cara hidup yang salah tanpa kesadaran untuk berubah.

Mereka mencemarkan tubuhnya dan sering menghujat makhluk surgawi. Mereka berpikir bahwa dirinya kudus karena anugerah Tuhan, namun perilakunya tidak sesuai kehendak Tuhan. Mereka tidak mau mengakui kesalahan seperti Kain, sering mencari kenyamanan dan keuntungan diri sendiri seperti Bileam, dan kerap melawan Allah seperti Korah.

Pemahaman yang benar sangat dibutuhkan dalam kehidupan beriman. Kita tidak bisa memisahkan daging dan roh, sebagaimana kita tidak dapat memisahkan iman dan perbuatan. Jika iman tidak disertai perbuatan, maka pada hakekatnya, iman itu mati. Pada saat yang sama, perbuatan baik tanpa iman dan pemahaman yang benar tidaklah cukup. Terlebih lagi, jika kita menyebarkan pemahaman yang salah seperti guru-guru palsu di zaman Yudas.

Advertisement

Sobat muda, mudah sekali untuk menjadi guru palsu di masa kini. Banyak "kata-kata mutiara" di internet yang mengajak kita untuk berbuat baik tanpa percaya kepada Tuhan, serta memisahkan kehidupan gereja dari kehidupan sehari-hari. Seolah-olah, kehadiran Yesus hanya berdampak bagi sebagian hidup kita. Jika kita tidak berhati-hati dan membagikan info tersebut, maka kita dapat menjadi guru palsu yang merusak kualitas iman orang lain dan persekutuan kita. Jadi, milikilah pemahaman yang tepat dan jelilah memilih informasi sebelum dibagikan kepada orang lain. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, bimbing kami untuk mengenal ajaran yang benar dan melakukan perintah-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer