Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 7 November 2025, Wahyu 2:1-7 Mengasihi Dengan Adil.

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Wahyu 2:1-11

MENGASIHI DENGAN ADIL

Mengasihi Allah artinya mengasihi sesama, karena keduanya tidak dapat dipisahkan.

Advertisement

"Meskipun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Ay. 4).

Seorang anak yang kelaparan, terpaksa menghadapi kenyataan pahit karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Dalam keputusasaannya, ia mengambil langkah yang salah dengan mencuri makanan dari sebuah toko. Belita yang mengetahui hal itu mengajak anak tersebut untuk meminta maaf kepada sang pemilik toko dan membayar makanan yang telah dicuri anak tersebut. Tindakan Belita merupakan wujud tindakan mengasihi secara adil. Belita menunjukkan kasih kepada anak yang kelaparan, sang pemilik toko dan terutama kepada Tuhan.

Sobat muda, dalam pembacaan Alkitab hari ini, kita menemukan pesan yang mendalam tentang jemaat di Efesus. Allah mencela mereka karena meninggalkan kasih yang semula, meskipun mereka berjuang keras untuk melakukan hal yang benar dan menjaga kemurnian ajaran di dalam persekutuan mereka. Menjaga ajaran tidaklah cukup. Mengasihi Allah berarti kita juga harus mengasihi sesama; keduanya tidak dapat dipisahkan. 1 Yohanes 4:20 mengatakan "Jikalau seseorang berkata: "Aku mengasihi Allah," tetapi ia membenci saudaranya, ia adalah pendusta, karena siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."

Advertisement

Sobat muda, mari kita berkomitmen untuk mengasihi dengan adil, seperti Yesus yang mengasihi secara adil. Dia mengajarkan kita untuk melihat nilai dalam setiap individu, terlepas dari latar belakang atau kesalahan mereka. Kasih yang tulus tidak hanya mengubah hidup kita, tetapi juga dapat membawa transformasi dalam komunitas kita. Ketika kita menunjukkan kasih kepada sesama, kita bukan hanya memenuhi perintah Allah, tetapi juga menciptakan lingkungan kasih yang bertumbuh dan berkembang. Mari kita menjadi pemuda yang tidak hanya menjaga ajaran, tetapi juga menghidupi kasih, menjadi teladan bagi orang lain, dan mewujudkan cinta Kristus dalam setiap tindakan kita. Amin.

 

Doa: Tuhan, tolonglah aku untuk mengasihi-Mu dan sesamaku secara adil. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer