Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 7 November 2025, Wahyu 2:8-11 Setia Dalam Penderitaan.

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Wahyu 2:8-11


Advertisement

SETIA DALAM PENDERITAAN

"Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!..." (ay. 10)

Ada sebuah doa yang berbunyi: ketika aku meminta keberanian, Tuhan memberiku bahaya untuk dihadapi; ketika aku meminta kebijaksanaan, Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan; ketika aku meminta kekuatan, Tuhan memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. Kurang lebih inilah yang dialami oleh jemaat Kristen di Smirna yang tetap tabah dan setia meskipun menghadapi pencobaan yang berat.

Advertisement

Penduduk Yahudi di Smirna cukup besar dan memusuhi jemaat Kristen yang miskin. Diduga kemiskinan ini terjadi karena harta mereka disita oleh para penentang yang bertindak sewenang- wenang. Kekristenan dianggap sebagai agama terlarang, dan karena mereka menolak menyembah kaisar sebagai Tuhan, pemerintah kemungkinan besar membiarkan tindakan semena mena itu. Namun, Tuhan menghibur mereka dengan berkata bahwa meskipun mereka miskin, sesungguhnya mereka kaya. Kekayaan rohani tidak selalu tercermin dalam kemakmuran duniawi. Yesus Kristus diperkenalkan sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali. Kristus yang bangkit telah melewati penderitaan salib, pengalaman paling pahit dalam hidup. Itu menjadi penghiburan yang sangat berarti bagi jemaat Smirna yang mengalami penderitaan serupa.

Seperti halnya orang-orang Smirna terkenal karena kesetiaan kepada pemerintahan Yunani dan Romawi, jemaat Kristen di sana dipanggil untuk tetap setia kepada Kristus sampai mati. Siapa yang setia sampai mati tidak akan mengalami kematian kedua. Kematian pertama adalah kematian jasmani, sedangkan kematian kedua adalah keterpisahan kekal dari Allah. Orang kudus bisa saja mati di tangan para penganiaya, tetapi mereka tidak akan pernah terpisah dari Tuhan. Seperti jemaat Smirna yang setia, kita pun akan menerima mahkota kehidupan kekal jika tetap setia sampai akhir. Amin.

 

Advertisement

Doa: Ya Bapa, mampukan kami bertumbuh dalam iman untuk mempertaruhkan hidup kami di tangan-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer