Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu 15 November 2025, Amsal 16:1-3 Hati Yang Berserah

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Amsal 16:1-3

HATI YANG BERSERAH

"tetapi Tuhanlah yang menguji hati." (ay.2b)

Advertisement

Syair KJ 363:1

Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan perbuatanku, pun waktuku miliknya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku miliknya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku miliknya.

"Bagi Yesus Kuserahkan" (terjemahan dari lagu All for Jesus, All for Jesus) mengungkapkan akan penyerahan diri: hati dan perbuatan serta waktu kehidupan kepada Tuhan. Penyerahan diri dan waktu yang dimulai dari hati. Hati menjadi "sentra" perasaan, keinginan, kemauan, dlsb yang bermuara pada tindakan diri. Jika hati dalam suasana baik dan menyenangkan, berdampak pada perilaku yang menjadikan diri senang dan sukacita. Sebaliknya, jika suasana hati galau, pasti berdampak pada tindakan yang membuat dirinya tidak nyaman.

Advertisement

Amsal mengungkapkan bahwa hati menjadi faktor utama perbuatan seseorang. Manusia bisa memikirkan, menimbang setiap rencananya, tetapi Tuhan yang metetapkan. Setiap "jalan" atau keputusan yang akan ditempuh, apakah itu baik atau tidak. Pandangan diri yang dibenarkan oleh diri sendiri. Pandangan yang tidak memperhatikan orang lain. Tanpa melihat pandangan orang lain, maka yang terjadi adalah segala yang dilakukan, diputuskan atau dikerjakan adalah baik adanya. Inilah yang akhirnya tidak menjadi bermakna. Amsal menegaskan untuk "menyerahkan hati kepada Tuhan. Menyerahkan hati yang diartikan sebagai serahkan perbuatan kepada Tuhan maka segala rencana pasti diberkati.

Penyerahan diri dalam hati yang berserah, menjadikan perjalanan hidup lebih bermakna. Dalam ungkapkan penyerahan diri harus menyerahkan segala perbuatan yang tentunya berkenan kepada Tuhan; inilah yang akan membuat menjadi berhasil. Serahkanlah hati kepada Allah, pasti berkat Tuhan ada yaitu segala rencana berjalan baik. Mari di pagi ini, menjalani hari yang penuh dengan rencana dan harapan, serahkan hati dalam perbuatan kita kepada Tuhan. Amin.

 

Doa: Tuhan, kuasailah dan berilah kami hati berserah pada kehendak dan kasih-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer