Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 5 Desember 2025, Roma 14:1-8 Sikap Saling Menerima

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Roma 14: 1-8


Advertisement

SIKAP SALING MENERIMA

"Sebab, jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan." (ay.8)

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan pada dirinya. Bukan hanya itu, kebiasaan, cara pandang, terhadap sesuatu yang dilihat dan diyakini bisa saja saling berbeda satu dengan lainnya.

Advertisement

Jika demikian, yang diperlukan adalah kesediaan setiap orang dalam menerima berbagai perbedaan yang terdapat di tengah kehidupan dengan sesama.

Sederhananya, kita tidak dapat memaksakan orang lain untuk menjadi atau melakukan apa yang kita inginkan.

Dalam jemaat di Roma terdapat dua kelompok, yakni kelompok mereka yang "lemah imannya" dan yang "kuat imannya".

Advertisement

Kedua kelompok ini tentu memiliki pandangan yang berbeda. Misalnya, soal makanan.

Rasul Paulus katakan dalam ayat 3 bahwa siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, jangan menghakimi orang yang makan.

Persoalannya bukan hanya soal siapa yang boleh makan apa, melainkan apakah kita siap menerima adanya perbedaan di antara sesama manusia.

Oleh sebab itu, Rasul Paulus menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang hidup untuk dirinya sendiri karena pada dasarnya, setiap orang saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Oleh karena itu, menurut Rasul Paulus, apa pun yang dilakukan baik hidup maupun mati, kita semua adalah milik Tuhan sehingga kita telah menerima karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.

Dengan demikian, setiap orang percaya hendaknya tidak saling menjatuhkan atau saling menghakimi.

Sikap yang harus ditunjukkan adalah sikap saling menerima segala kelebihan dan kekurangan.

Tidak ada yang dapat dibanggakan dalam hidup ini karena semua yang kita miliki asalnya dari Tuhan.

Oleh karena itu, sikap saling menerima dan saling menempatkan diri itu penting dalam menjaga kesatuan dan persatuan di antara sesama manusia. Amin.

Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami untuk dapat menerima kelebihan maupun kekurangan sesama kami. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer