Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 6 Desember 2025, Roma 15:7-13 Saling Menerima

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Roma 15:7-13


Advertisement

SALING MENERIMA

"Sebab itu terimalah satu sama lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kamu, untuk kemuliaan Allah." (ay.7)

Sikap saling menerima menunjukkan bahwa kita memang mengakui adanya perbedaan, tetapi kita tidak (berupaya) mempersoalkan perbedaan tersebut.

Advertisement

Sebab jika kita mempersoalkan perbedaan dan tidak mau menerimanya, maka akan terjadi perpecahan di antara sesama.

Oleh sebab itu, sikap saling menerima penting dalam kehidupan ini. Hidup tidak hanya memiliki satu warna melainkan beragam warna, dan masing-masing warna memiliki keunikannya.

Saling menerima bukan karena kita sama, melainkan karena kita memilki keberagaman dan keunikan yang dapat memperkaya dan menyatukan setiap kita.

Advertisement

Rasul Paulus menegaskan bahwa orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi harus dapat saling menerima.

Kristus Yesus tidak pernah membedakan siapa pun dan mempersoalkan dari mana ia berasal.

Bagi Yesus, setiap orang yang percaya kepada-Nya dan yang setia melakukan perintah-Nya, ia layak menerima keselamatan dari Kristus.

Setiap orang yang telah masuk dalam persekutuan dengan Kristus akan hidup bersama dalam kebahagiaan dan sukacita penuh.

"Menerima", berarti kita bersedia merangkul perbedaan dan kekurangan sesama kita, demi untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Dalam kehidupan yang dijalani, memang tidak mudah menerima perbedaan dan kekurangan di antara sesama kita.

Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan menciptakan manusia itu serupa dan segambar dengan-Nya.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita saling menerima dan menghormati siapa pun di antara kita, karena kita semua adalah ciptaan Allah untuk memuliakan Allah.

Dan ini hanya terjadi, jika kita membangun relasi dengan Allah dan sesama dalam kasih yang tulus dan jujur.

Dalam ketulusan dan kejujuran, maka kita terbuka dan mau menerima setiap orang dengan apa adanya.

Inilah pentingnya saling menerima dan membangun di antara sesama orang percaya.

 

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk saling menerima berbagai perbedaan di antara kami. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer