Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Senin, 15 Desember 2025, Kejadian 45:1-5 Memaknai Pengalaman Buruk Di Dalam Keluarga

A

 

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Bacaan Alkitab: Kejadian 45:1-5

Memaknai Pengalaman Buruk di dalam Keluarga

"... Justru untuk menyelamatkan hiduplah Allah mengutus aku mendahului kamu." (ay.5)

Advertisement

Sobat teruna, rencana Allah untuk membentuk suatu umat sekarang sudah berlanjut ke icit Abraham, Yusuf.

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub dan hal itu membuat iri kakak-kakaknya. Yusuf kemudian dijebak oleh kakak-kakaknya dan dijual sebagai budak ke negeri Mesir.

Sesampainya di negeri Mesir, Yusuf mengabdi dengan sangat baik kepada majikannya, Potifar.

Advertisement

Namun, sikap Yusuf yang menolak ajakan istri majikannya untuk berbuat asusila, membuat ia difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara.

Saat di dalam penjara, raja Mesir, Firaun, bermimpi tentang hal yang aneh dan mimpi itu membuat sang raja gusar.

Yusuf pun dihadapkan kepada Firaun, dan ia berhasil menjelaskan arti mimpi Firaun. Atas keberhasilan Yusuf tersebut, Firaun mengangkatnya sebagai pejabat tinggi di tanah Mesir.

Pada satu momen, saat terjadi bencana kekeringan di seluruh Mesir dan negeri-negeri lain yang ada di sekitarnya, Yusuf berjumpa dengan kakak-kakaknya yang dulu menjual ia sebagai budak.

Namun, bukan kebencian atau dendam yang ditunjukkan kepada kakak-kakaknya itu, melainkan belas kasihan dan pengampunan.

Yusuf memaknai kembali peristiwa buruk yang dialaminya sebagai rencana Tuhan untuk melanjutkan kelangsungan hidup keluarganya.

 

Sobat teruna, dari kisah ini kita mendapatkan pelajaran bahwa hidup berkeluarga terkadang atau mungkin banyak pengalaman buruk yang terjadi pada kita.

Namun, pada diri kita ada kemampuan untuk berhikmat supaya dapat memaknai pengalaman buruk tersebut sebagai pelajaran yang jangan sampai terulang lagi dengan kita sebagai pelakunya.

Justru, kita menjadi pelopor untuk mengubah hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dengan kebaikan yang dilakukan, kita menghentikan tindakan-tindakan buruk agar tidak terus langgeng dalam kehidupan keluarga kita. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer