Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Desember 2025, Kejadian 45:21-28 Keluarga Yang Saling Menguatkan

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kejadian 45: 21-28


Advertisement

KELUARGA YANG SALING MENGUATKAN

"Kemudian ia melepas saudara-saudaranya pergi serta berkata kepada mereka, "Janganlah berbantah-bantah di jalan." (ay. 24).

 

Advertisement

Kekuatan sebuah keluarga terletak pada kehidupan setiap anggota keluarga yang saling menguatkan.

Saling menguatkan di antara anggota keluarga berarti memberlakukan kasih dengan tulus.

Kasih menjadi fondasi yang kokoh agar kehidupan keluarga kuat, menghadapi setiap tantangan yang dapat meruntuhkan sebuah keluarga.

Advertisement

Tantangan yang semakin meningkat pada setiap masa, mengharuskan, setiap keluarga peduli antara satu dengan yang lainnya.

 

Yusuf mengantar saudara-saudaranya pulang ke Kanaan untuk menjemput ayah dan keluarganya pindah ke Mesir.

Kebaikan raja Firaun menyertai perjalanan pulang mereka. Mereka memperoleh kereta berkuda, pakaian, uang, ternak, dan makanan.

Yusuf memberi pesan agar dalam perjalanan pulang ke Kanaan, mereka tidak lagi bertengkar.

Yusuf mengetahui karakter saudara-saudaranya yang mudah bertengkar dan berakibat saling menyalahkan setelah mereka merasakan kebaikan hati Yusuf.

Namun, pesan Yusuf ini juga memberi makna agar mereka berkonsentrasi untuk mempertang gungjawabkan semua yang terjadi di Mesir kepada Yakub, ayah mereka.

Sesampainya mereka di Kanaan, mereka secara terus terang berbicara kepada Yakub bahwa Yusuf masih hidup.

Reaksi Yakub mendengar berita itu biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak mempercayai perkataan anak-anaknya yang sebelumnya berbohong kepadanya, bahwa Yusuf mati diterkam binatang buas.

Kesedihan kehilangan Yusuf masih dirasakan oleh Yakub. Namun setelah anak- anaknya menceritakan ulang perkataan Yusuf dan melihat bukti kereta yang dibawa dari Mesir, Yakub kembali bersemangat karena Yusuf masih hidup.

 

Jagalah keutuhan keluarga kita masing-masing dengan kehidupan peduli satu dengan yang lainnya.

Orang tua memberi nasihat bijak kepada anak-anaknya, sedangkan anak-anak menghormati orang tuanya.

Hiduplah selalu rukun di antara keluarga, agar damai sejahtera dan kekuatan selalu menghampiri kehidupan keluarga bahkan berkat dari Tuhan selalu tersedia.

 

Doa: Tuhan ajarlah keluarga kami untuk selalu hidup dengan rukun dan saling menguatkan. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer