Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 19 Desember 2025, Rut 2:1-8 Kebutuhan Ekonomi Keluarga

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Rut 2:1-8

KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA

"Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi, "izinkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang bermurah hati kepadaku." Jawab Naomi kepadanya, "Pergilah, Anakku." (ay. 2).

Advertisement

 

Kebutuhan ekonomi keluarga harus diusahakan dengan bekerja. Bekerja wajib dilakukan setiap keluarga untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Kecukupan akan ekonomi keluarga akan memberikan rasa aman bagi anggota keluarga.

Advertisement

Bekerja bukan hanya bertujuan meningkatkan taraf hidup keluarga tetapi juga membangun relasi antarsesama di tengah masyarakat.

 

Sesampainya di Betlehem, Rut tidak berdiam diri merenungi kehidupan yang baru di tanah orang.

Rut harus segera bekerja untuk bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidupnya bersama Naomi.

Naomi yang sudah lanjut usia tidak dibiarkan oleh Rut mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Rut harus segera bersosialisasi dengan masyarakat di Betlehem untuk memperoleh pekerjaan.

Bacaan hari ini menjelaskan, Rut bekerja di ladang milik Boas, saudara dari Elimelekh, suami Naomi.

Rut bekerja sebagai pemungut bulir-bulir jelai (sejenih gandum) yang jatuh setelah di sabit oleh para pekerja.

la bekerja di belakang penuai jelai. Rut bekerja dengan rajin dari pagi sampai siang. la tidak mau menjadi beban untuk orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Bekerja menjadi kewajiban bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga, bila ia sudah berumah tangga.

Bekerja juga dipahami sebagai upaya seseorang untuk hidup mandiri setelah ia menyelesaikan pendidikan formalnya atau saat ia sudah berkeluarga.

Ketika keinginan untuk bekerja diperhadapkan pada tantangan sulitnya mencari pekerjaan, bukan berarti kita malas bekerja atau mencari pekerjaan dengan cara-cara yang negatif seperti mencuri, melakukan tindak kekerasan, korupsi, dan sebagainya.

Situasi sulitnya mencari pekerjaan justru mengajar kita untuk semakin dekat kepada Tuhan.

Tuhanlah yang kita yakini dapat menolong kita untuk tetap semangat dan tidak putus asa dalam mencari pekerjaan.

 

Doa: Ya Tuhan berilah kami semangat dalam bekerja untuk mencukupkan kebutuhan ekonomi keluarga kami. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer