Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 19 Desember 2025, Rut 2:9-12 Keluarga Yang Berempati

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Rut 2:9-12

KELUARGA YANG BEREMPATI

"Kiranya TUHAN membalas perbuatanmu. Kiranya upahmu sepenuhnya dikaruniakan oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung." (ay. 12).

Advertisement

 

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi serta pikiran orang lain.

Orang yang berempati berarti menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan memahami cara pandang orang lain sehingga tidak cepat untuk menyalahkan atau menghakimi orang lain.

Advertisement

Ada unsur kasih di dalam empati karena orang yang berempati akan memahami dengan baik mengapa orang lain melakukan suatu perbuatan, sekalipun perbuatan itu salah.

 

Rut yang bekerja dengan rajin di ladang milik Boas mendapat perhatian dari Boas. Boas rupanya telah mendengar kebaikan Rut terhadap Naomi.

Seorang perempuan asing dari Moab yang sangat mengasihi Naomi. Rut meninggalkan orang tuanya dan kerabatnya serta rela mendampingi Naomi ke Betlehem, bangsa asing yang tidak dikenalnya.

Bahkan Rut juga yang bekerja untuk mencukupkan kebutuhan dirinya dan Naomi. Rut terus mendampingi Naomi di masa-masa sulit yang di hadapi Naomi. Boas berempati dengan perbuatan baik Rut terhadap Naomi.

Boas memanggil Rut dan meminta tetap bekerja di ladangnya. Boas juga memberi perlindungan kepada Rut dengan memintanya bekerja bersama perempuan lainnya agar Rut tidak mendapat perlakuan buruk dari para pekerja laki-laki.

 

Kasih harus terus diwujudkan di dalam kehidupan keluarga. Kasih dimulai dengan menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam kehidupan keluarga.

Ibadah, pujian dan doa kepada Tuhan menjadi hal yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga agar hikmat menyertai setiap kehidupan pribadi di dalamnya.

Hikmat Tuhanlah yang akan menjadi dasar agar kita memiliki kemampuan untuk berempati terhadap orang lain.

Sikap empati yang kita miliki memampukan kita untuk selalu menghargai sesama tanpa adanya sekat perbedaan sehingga kita selalu mengusahakan untuk mewujudkan kebersamaan di dalam kasih.

 

Doa: Tuhan mampukanlah kami untuk memiliki rasa empati kepada sesama yang kami jumpai. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer