Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Jumat, 26 Desember 2025, Yohanes 1:29-31 Senyum Bebas Karena Dia Mengangkat Beratmu

A

 

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Bacaan Alkitab: Yohanes 1:29-31

Senyum Bebas: Karena Dia Mengangkat Beratmu!

Aku pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya la dinyatakan kepada Israel (ay. 31)

Advertisement

 

Sobat teruna, pernahkah kita ngerasa seperti lagi gendong ransel super semua zonk, insecure sama body image, pressure dari temen-temen buat ikut tren yang kadang bikin salah jalur, atau bahkan rasa bersalah dari kesalahan masa lalu yang nggak kelar-kelar ngehantuin? Rasanya berat banget kan?

 

Advertisement

Perkataan Yohanes yang luar biasa dalam ayat 29 menunjuk pada Yesus. Bayangkan!

Dunia kita, dengan segala masalah, kekacauan, dan bebannya, semua "dosa" atau hal-hal yang memisahkan kita dari kebahagiaan sejati, itu semua mampu diangkat oleh Yesus.

Dia bukan sekadar guru agama yang baik atau motivator yang keren, tapi Dia adalah Juruselamat yang datang langsung dari Allah untuk mengambil semua beban itu dari pundak kita.

 

Perkataan Yohanes dalam ayat 30 bukan tentang "siapa yang lahir duluan", tetapi tentang "siapa Yesus itu sebenarnya".

Dia ada sebelum segalanya ada, artinya, Dia punya perspektif yang tak terbatas, kebijaksanaan yang tak lekang oleh zaman, dan kekuatan yang tak terhingga.

Yesus adalah jangkar yang kokoh. Kita dapat bersandar pada-Nya yang telah ada dan akan selalu ada.

 

Mungkin kita berpikir, kita pun mula-mula tidak mengenal Dia (lihat ay.31). Mungkin kita merasa asing dengan konsep ini. Tapi justru itulah tujuan Allah menyatakan Yesus, agar kita semua mengenal-Nya.

 

Bayangkan kita dapat tersenyum lebar, bukan karena kita pura- pura bahagia, tapi karena kita tahu bebannya sudah diangkat.

Kita bebas dari rasa bersalah yang terus mengejar, dari tuntutan untuk selalu sempurna. Yesus sudah memikul semua itu.

Dia adalah Anak Domba Allah yang sempurna, sekali untuk selamanya, bukan hanya untuk menutup-nutupi kesalahanmu, tapi benar-benar menghapusnya. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan Yesus, Juruselamatku, terima kasih Engkau menghapus dosaku. Kuatkan aku hidup memuliakan-Mu, penuh sukacita dan harapan. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer