Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 3 Januari 2026, Mazmur 131:1-3 Pandanglah Diriku Ya Tuhan Dan Jangan Palingkan WajahMu

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Mazmur 131:1-3

TEMA : PANDANGLAH DIRI-KU, YA TUHAN DAN JANGAN PALINGKAN WAJAH-MU

"Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan menenteramkan jiwaku, seperti anak yang disapih dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih demikianlah jiwaku dalam dalam diriku." (ay.2)

Advertisement

 

Ada ungkapan yang mengatakan, "Dalamnya lautan dapat terukur, dalamnya hati siapa yang tahu?" Betul sekali ungkapan tersebut.

Ruang hati atau ruang batin sang pemazmur, tidak ada yang tahu. la sedang bergumul dan seakan ia mau berkata, "Ini yang sedang terjadi dalam diriku", "Aku sudah berupaya melakukan yang terbaik."

Advertisement

Ya, pemazmur sedang gelisah dan tertekan karena ia merasa kehidupan berjalan tidak sesuai dengan harapannya. la merasa sudah bertanggungjawab terhadap dirinya dengan membuat dirinya tenang dan tenteram.

Ia juga tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong. Ia pun tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar dan terlalu ajaib.

 

Bukankah kita seringkali seperti pemazmur? Kita merasa semuanya baik-baik saja. Kita sudah berupaya untuk berdamai dengan diri sendiri.

Kita mencoba untuk membuat segala sesuatu baik. Kita tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

Marilah kita oleh pemazmur. melihat apa yang selanjutnya dikatakan "Berharaplah pada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai se- lama-lamanya!" Pemazmur mengajak umat Israel untuk terus berharap kepada Tuhan.

Sumber ketenangan, kita dapatkan di dalam Tuhan. Dia, Tuhan adalah pusat ketenangan kita.

Pikiran dan jiwa kita akan tenang di saat kita mengalami pergumulan, kesusahan yang dalam.

Bila kita tenang di dalam Tuhan, perlahan kita bisa berpikir jernih dan tanpa kita sadari, Dia akan mengangkat beban kita. Percayalah kepada Tuhan.

 

Tuhan sanggup mengatasi gumul dan juang kita. la sanggup mengatasi beban kita. la sanggup mengubah kepedihan menjadi kekuatan.

la tahu siapa kita dan dapat berbuat segala-galanya. la akan mengurusi kita dengan baik.

Marilah kita jalani Tahun 2026 ini dengan terus berserah dan berharap kepada Tuhan. Amin.

 

 

Doa: Ya Tuhan, Engkau sangat mengenal diriku. Kepada-Mu aku berserah. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer