Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 9 Januari 2026, 1 Tesalonika 5:14-15 Peka Pada Kondisi Sesama

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
                       


Advertisement

Pembacaan Alkitab : 1 Tesalonika 5:14-15

TEMA : PEKA PADA KONDISI SESAMA

"Kami juga menasihatkan kamu, saudara-saudara,..... hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah..." (ay.14)

Advertisement

Hidup dalam kebersamaan dengan sesama tidak sebatas saling menerima satu sama lain, bertegur sapa, dan menyatakan salam.

Hidup dalam kebersamaan yang nyata dan ideal adalah ketika kita peka, peduli, dan "turun tangan" menopang kebutuhan mereka.

Paulus memperlihatkan fakta bahwa perhatian dan kepekaan di sekitar lingkungan masih kurang.

Advertisement

Ayat 14 menegaskan untuk peduli dan peka atas kondisi sekitar. Mulai dari menegur yang malas, menghibur yang tawar hati, membela yang lemah, dan sabar terhadap semua orang.

Semua itu menjadi bagian jemaat sebagai satu komunitas. Komunitas akan hidup dan berkembang jika ada saling peduli.

Tidak sibuk untuk diri sendiri, namun menjadi bagian dari setiap anggota. Masing-masing memiliki peran, dan peran inilah yang menjadikan setiap pribadi memiliki kepekaan. Peka atas kebutuhan sesama yang lemah.

Paulus menentang pembalasan bagi setiap pribadi yang bermasalah. Jangan membalas yang jahat dengan yang jahat (ay.15).

Jika sudah terjadi balas-membalas, sulit untuk peka dan peduli. Yang ada hanyalah kepuasan diri atau kelompok. Akibatnya, setiap persoalan akan sulit dipahami, apalagi diselesaikan.

Di pengujung hari, hadirkanlah komunitas yang tidak hanya sibuk berteori, namun lupa berterapan.

Tindakan langsung memulihkan menjadi sangat penting. Hidup penuh kasih, menghadirkan diri bagi sesama, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Dalam kemajemukan, kita saling menghargai. Wujud menghadirkan keselamatan adalah menjadikan orang lain bagian dalam hidup kita.

Tidak ada perbedaan, sebab perbedaan justru memperkaya kehidupan komunitas, bukan menjadi penghambat atau alasan.

Selamat menghadirkan komunitas yang hidup dan bermakna. Amin.

 

Doa: Kristus, mampukan kami untuk peka dan peduli bagi sesama. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer