Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Rabu, 14 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:27-28 Berani Melakukan yang Benar

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Bacaan Alkitab Hakim-hakim 6:27-28


Advertisement

Berani Melakukan yang Benar

"Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan dilakukannya seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tetapi karena takut kepada kaum keluarganya dan orang-orang kota itu, ia tidak melakukannya pada siang hari tetapi pada malam hari." (ay. 27)

 

Advertisement

Sobat teruna, beberapa tahun lalu, ada kisah viral tentang seorang siswa SMA yang melaporkan ketidakjujuran dalam sistem ujian di sekolahnya.

la tahu tindakannya bisa membuatnya dikucilkan, bahkan dimusuhi oleh teman-teman. Tapi ia tetap memilih menyuarakan yang benar.

Saat ditanya mengapa, ia menjawab, "Saya lebih takut kalau saya diam. Jika saya diam, kebenaran tak terungkap. Tuhan tidak suka jika saya bungkam atas kebenaran."

Advertisement

 

Tindakan itu mengingatkan kita pada Gideon dalam bacaan hari ini. Tuhan memerintahkannya untuk merobohkan mezbah Baal milik ayahnya sendiri dan mendirikan mezbah bagi Tuhan.

Itu bukan tugas kecil. Ini artinya menantang sistem kepercayaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Dan lebih berat lagi, ini berhadapan langsung dengan keluarganya sendiri. Menariknya, Gideon tidak menolak.

la taat, tapi ia takut. Ia memilih melakukannya malam-malam agar tidak ketahuan. Kita bisa lihat, ini bukan keberanian yang gagah dan penuh percaya diri.

Ini keberanian yang diliputi rasa takut, tapi tetap taat. Tuhan tidak menegur Gideon karena takut. Tuhan tetap menghargai langkah imannya.

Tuhan mengerti pergumulan Gideon untuk taat, bahkan ketika langkahnya gemetar.

 

Sobat teruna, kadang kita tidak berani menegur teman yang salah. Takut dibilang sok suci. Takut tidak punya teman.

Namun, kebenaran memang tidak selalu populer. Di hadapan Tuhan. keberanian kita, meski kecil dan tersembunyi, sangat berharga.

Yang Tuhan cari bukanlah orang yang tidak takut, tapi orang yang tetap taat meskipun takut. Iman bukan berarti tidak gentar, melainkan terus maju karena percaya Tuhan menyertai.

Seperti Gideon, kita mulai dan langkah kecil: memilih yang benar, walau tak banyak yang melihat.

 

Doa : Tuhan berilah aku kekuatan seper Gideon, taat meskipun kadang hati alami gentar. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer