Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 17 Januari 2026, Hakim-Hakim 8:13-17 Jujut Meski Tidak Disukai

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Hakim-Hakim 8:13-17


Advertisement

JUJUR MESKI TIDAK DISUKAI

Gideon pergi menemui orang-orang Sukot dan berkata: ...? (ay.15)

 

Advertisement

Berkata jujur dan hidup benar sering kali bukan pilihan yang mudah atau populer. Dunia cenderung menyanjung kompromi demi kenyamanan dan penerimaan.

Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap setia pada kebenaran, meskipun harus menghadapi penolakan.

Komunitas yang membangun tidak lahir dari pujian semu, melainkan dari keberanian untuk menyatakan yang benar dengan kasih dan integritas.

Advertisement

Saat kita memilih hidup benar, kita sedang menanamkan fondasi yang kokoh bagi keluarga, gereja, dan generasi yang akan datang.

Inilah panggilan mulia: setia meski tak disukai, karena kita hidup untuk menyenangkan Tuhan, bukan manusia.

 

Hakim-hakim 8:13-17 memperlihatkan keberanian Gideon menegakkan kebenaran ketika menghadapi penolakan dari orang- orang Sukot dan Pnuel.

Mereka menolak memberi dukungan dalam perjuangan, lebih memilih aman dan nyaman.

Namun Gideon tidak membalas dengan amarah spontan. Ia tetap mengejar misi Tuhan terlebih dahulu.

Ketika kembali, barulah ia bertindak tegas terhadap sikap egois dan ketidakpedulian mereka.

Sikap ini mengajarkan bahwa komunitas yang sebat tidak boleh mengabaikan keadilan dan tanggung jawab.

Kita diajak untuk tidak tinggal diam melihat kejahatan, apalagi menutup hati saat orang lain berjuang demi kebenaran.

Jujur dalam kasih dan berani dalam iman adalah dasar pertumbuhan bersama. Dalam keluarga dan jemaat, Tuhan rindu membentuk karakter yang tidak goyah oleh penolakan, tetapi tetap berdiri teguh dalam kebenaran.

 

Komunitas Kristen bertumbuh bukan dengan menyenangkan semua orang, tetapi dengan menyenangkan hati Tuhan.

Kita belajar untuk jujur meskipun ditolak, setia meskipun sendiri, dan berani menegur karena kasih.

Pagi ini, mari bangkit dengan semangat baru untuk hidup dalam kebenaran. Tuhan menyertai mereka yang berdiri teguh di tengah kompromi dunia. Amin.

 

Doa: Tuhan, beri kami keberanian untuk jujur dan setia, meski tidak disukal. Pimpin langkah kami dalam kebenaran hari ini. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer