Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 18 Januari 2026, Kisah para Rasul 6:1-7 Pemimpin Yang Peka

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 6:1-7


Advertisement

TEMA : PEMIMPIN YANG PEKA

"Tidak baik jika kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja." (ay.2)

 

Advertisement

Pertumbuhan dan perkembangan jemaat bukan hanya menimbulkan sukacita, tetapi juga memunculkan persoalan yang semakin kompleks dalam kehidupan berjemaat.

Ancaman perpecahan sudah di depan mata, para pemimpin harus punya kepekaan untuk memperhatikan situasi krisis yang terjadi.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam kehidupan gereja perdana sudah terbentuk kelompok Kristen asal Yahudi dan kelompok Kristen Yahudi yang berbahasa Yunani. Kedua kelompok hidup dalam ancaman perpecahan.

Advertisement

Mengapa terjadi konflik dalam komunitas baru Kristen tersebut, dan bagaimana sikap para rasul? Mari kita perhatikan beberapa catatan di dalam perikop malam ini:

 

  1. Jumlah orang yang menjadi percaya kepada Kristus semakin bertambah; gereja bertumbuh dengan pesat. (ayat 1)

 

  1. Ada pengelompokan dalam jemaat yakni, jemaat Kristen Yahudi Palestina yang berbahasa Aram dan Jemaat Kristen Yahudi Helenis yang berbahasa Yunani.

 

  1. Pelayanan kepada kelompok para janda yang tidak merata. Kelompok para janda yang berbahasa Yunani merasa terabaikan. 4. Para rasul peka terhadap ancaman perpecahan dan segera mendelegasikan pelayanan diakonal kepada tujuh orang terpilih. 5. Kesediaan para murid dipilih untuk melayani Tuhan dalam persekutuan dengan tulus dan jujur.

 

Dari catatan di atas, kita dapat mengerti bahwa permasalahan, baik organisasi maupun persekutuan selalu ada dan semakin kompleks.

Persoalan-persoalan tersebut jika tidak segera diselesaikan akan memicu persoalan lain yang lebih besar, bahkan ancaman perpe cahan.

Kepekaan Para Rasul untuk mendelegasikan tugas pelayanan kepada orang-orang terpilih, serta kesediaan orang terpilih untuk melayani dengan tulus dan jujur, patut diteladani pada masa kini.

Mari masuki peraduan malam ini, sambil tetap berdoa agar gereja selalu mengalami pertumbuhan dalam kasih yang memuliakan-Nya dengan hidup yang saling mengasihi. Amin.

 

 

Doa: Tuhan Yesus jagalah persekutuan umat-Mu agar terus bertumbuh dalam kasih yang saling peduli satu dengan yang lain. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer