Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Senin, 19 Januari 2026, Kisah Para Rasul 6:8-15 Roh Allah Tak Bisa Dikalahkan

A

 

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Bacaan Alkitab :  Kisah Para Rasul 6:8-15

Tema : Roh Allah Tak Bisa Dikalahkan

tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara" (ayat 10)

Advertisement

 

Banyak cara manusia menghambat pekerjaan Allah. Manusia menjadi seteru Allah bukannya mitra kerja Allah menghadirkan misi Kerajaan Allah. Demikian yang terjadi pada persekutuan orang percaya di zaman gereja perdana.

Tidak hanya secara kolektif mengalami penganiayaan, tetapi juga setiap individu diperhadapkan pada ancaman penganiayaan sebagai konsekuensi menjadi pengikut Yesus Kristus.

Advertisement

Apakah kemudian gereja terhambat? Tidak! Di konteks ini peran Roh Kudus sangat penting. Roh Kudus meneguhkan iman serta memelihara iman orang percaya agar keberadaan gereja sepenuhnya bergantung kepada Allah.

 

Stefanus, salah satu murid Yesus yang merasakan betul konsekuensi salib yang harus dipikulnya. Salib adalah jalan penderitaan mencapai kemuliaan yang disediakan Allah.

Dalam melaksanakan misi Allah, Stefanus, seorang diaken yang memiliki tugas pelayanan bagi orang miskin (ay. 1-6), ingin melaksanakan panggilan dan pengutusannya dengan sebaik-baiknya.

Mengapa? Karena hikmat dan Roh Allah yang bekerja atasnya (ay. 10) menguatkannya bersaksi tentang Yesus dan menjadi berkat bagi banyak orang.

 

Namun, respon yang diterimanya tidak baik. Anugerah dan kuasa Allah yang bekerja atasnya sehingga banyak mukjizat dan tanda ia lakukan, dianggap penghujatan terhadap nama Allah dan Musa (ay. 11).

Sekumpulan orang Yahudi menebar fitnah dan kebencian atas pelayanannya. Mereka berusaha menghambat pelayanan Stefanus.

Di sinilah Roh Allah menjadi pihak yang menentukan, yang tak bisa dikalahkan oleh pekerjaan manusia.

 

Di masa kini, sobat teruna dipanggil meyakini bahwa pekerjaan Allah tidak dapat dibatasi dan dihambat oleh manusia.

Di era teknologi dan digitalisasi begitu menguasai, maka teknologi bisa menjadi penghambat misi Allah ketika manusia salah menggunakannya.

Karena itu, kewarasan berpikir dan penguasaan diri akan membuat sobatTeruna menjadi pelaksana misi Allah. Amin.

                         

Doa: Aku percaya bahwa pekerjaan Allah tak dapat dihambat oleh manusia. Yakinkan kami akan hal itu, Tuhan. Amin"

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer