Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 20 Januari 2026, Kisah Para Rasul 10:1-18 Kehadiran Yang Membebaskan

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 10:1-18

TEMA : KEHADIRAN YANG MEMBEBASKAN

Kedengaran lagi untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." (ay.15)

Advertisement

 

Isi dan Tujuan Injil Lukas serta kitab Kisah Para Rasul, sebagai tulisan yang dipersembahkan kepada Teofilus, dinyatakan di dalam Lukas 4:18-19.

Setiap utusan Kristus mempunyai tugas untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, pembebasan terhadap orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, pembebasan bagi orang-orang dan untuk yang tertindas, memberitakan tahun rahmat Tuhan.

Advertisement

Petrus, Rasul Yesus Kristus, dengan penuh semangat memberitakan misi Kristus dalam pelayanannya, namun ternyata belum bebas dari berbagai belenggu masa lalunya.

Belenggu halal dan haram masih mengikat dirinya, sebagaimana jawabannya terhadap perintah Tuhan, "Tidak Tuhan, aku belum pernah makan apa pun yang haram dan yang najis." (ay. 14).

 

Pelayanan Rasul Petrus juga menjadi pelayanan Gereja Tuhan pada masa kini, dengan berlandaskan pada kasih Tuhan Yesus yang mengampuni, membebaskan dan membarui.

Melalui peristiwa Kornelius, sang perwira, pemimpin pasukan, bukan golongan Yahudi atau Kristen, tetapi tidak mempergunakan semua atribut dirinya untuk mendapatkan penghormatan.

Justru sebaliknya, Kornelius, melayani dengan rendah hati dan berbagi sukacita. Kerendahan hati itu jugalah yang ditunjukkannya saat berjumpa dengan Rasul Petrus, ia sujud dan merendah kepada Petrus (ay.25).

Kornelius melakukan semuanya karena ia adalah seorang yang takut akan Allah. Takut akan Allah juga membuat Kornelius menjadi seorang yang murah hati dan seorang pendoa.

Semua itu membuat Kornelius diterima oleh semua orang di Sinagoge. Sikap takut akan Allah dan iman yang kuat mampu menerobos segala batasan status dan primordial yang ada.

Saudaraku, firman Tuhan hari ini menghantar kita memasuki peraduan dengan kesediaan untuk menghadirkan kasih Tuhan dalam setiap kesempatan yang Tuhan berikan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

 

Doa: Bapa di surga, tolong kami melewati malam ini, agar besok kami terus menghadirkan cinta kasih-Mu dalam hidup yang Engkau beri. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer