Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sekadar Rugikan Negara, Mentan Bongkar Bahaya Tersembunyi Beras Ilegal bagi Ketahanan Pangan

A

Keterangan pers Mentan Amran dalam sebuah sidak
Keterangan pers Mentan Amran dalam sebuah sidak


Advertisement

Jagosatu.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa temuan 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun bukan hanya soal kerugian negara secara langsung.

Menurutnya, dampak yang paling berbahaya dari beras ilegal adalah efek lanjutan terhadap motivasi petani dan keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di Jakarta pada Selasa, 20 Januari 2026.

Advertisement

Mentan Amran menilai masuknya beras ilegal dapat membuat petani kehilangan semangat untuk terus berproduksi.

Selain itu, ia menekankan adanya risiko masuknya penyakit melalui komoditas pangan ilegal.

Dampak tersebut, menurut Amran, jauh lebih besar dibandingkan kerugian materi yang terlihat di permukaan.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 115 juta petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Di tengah kondisi produksi beras nasional yang sedang surplus, beras ilegal berpotensi menekan harga gabah petani.

Mentan Amran memberikan gambaran bahwa penurunan harga gabah Rp1.000 saja bisa sangat merugikan petani.

Petani dengan satu hektare sawah, katanya, bisa kehilangan pendapatan sekitar Rp5 juta.

Sementara itu, petani dengan setengah hektare lahan dapat kehilangan sekitar Rp2,5 juta.

Petani dengan lahan sepertiga hektare pun bisa kehilangan hingga Rp1,5 juta.

Ia menegaskan bahwa bagi petani, kehilangan uang dalam jumlah kecil pun sangat berarti bagi kehidupan mereka.

Selain kerugian ekonomi, Mentan Amran juga mengingatkan bahaya penyakit yang dibawa oleh komoditas ilegal.

Ia mencontohkan kasus penyakit hewan di masa lalu yang menyebabkan populasi sapi nasional turun drastis.

Akibat kasus tersebut, Indonesia kehilangan sekitar 6 juta ekor sapi dengan kerugian triliunan rupiah.

Mentan Amran juga menyinggung temuan bawang bombay ilegal yang membawa penyakit baru ke Indonesia.

Ia menegaskan bahwa semua komoditas pangan harus melalui prosedur resmi, karantina, dan mekanisme perpajakan.

Menurutnya, praktik penyelundupan pangan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap petani dan bangsa.

Mentan Amran menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa yang dijaga bukan hanya angka, tetapi masa depan petani dan ketahanan pangan nasional. (samt) 

Advertisement

Artikel Terkait

Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino, Prabowo Apresiasi Kerja Mentan Amran Sulaiman dan Petani

Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino, Prabowo Apresiasi Kerja Mentan Amran Sulaiman dan Petani

Presiden Prabowo menegaskan capaian tersebut tidak lahir dari kondisi yang mudah. Ketika pemerintahannya menerima mandat, petani masih mengh

Di Tengah Tantangan Iklim, Produksi Beras Nasional Diperkirakan Tetap Aman hingga September 2026

Di Tengah Tantangan Iklim, Produksi Beras Nasional Diperkirakan Tetap Aman hingga September 2026

Proyeksi produksi beras yang meningkat tersebut ditopang oleh kinerja produksi padi yang juga menunjukkan tren positif. Peningkatan produksi padi itu sejalan dengan bertambahnya luas panen sepanjang Januari–September 20

Mentan Amran Dorong Koperasi Merah Putih Pangkas Middleman dan Selamatkan Potensi Rp50 Triliun untuk Rakyat

Mentan Amran Dorong Koperasi Merah Putih Pangkas Middleman dan Selamatkan Potensi Rp50 Triliun untuk Rakyat

Satgas Pangan Polri mencatat, sepanjang periode 2024 hingga 2025 telah menangani 93 kasus mafia pangan dengan total 77 tersangka, terdiri dari 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak goreng, dan 4 kasus pegawai i

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer