Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 27 Januari 2026, Habakuk 1:15-17 Hikmat Tuhan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Habakuk 1:15-17                             


Advertisement

HIKMAT TUHAN

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?" (ay.17)

 

Advertisement

Orang Kasdim dipakai Tuhan sebagai alat keadilan bagi bangsa Yehuda. Namun, Habakuk menggambarkan bahwa orang Kasdim atau kerajaan Babel yang tidak percaya kepada Allah makin membusungkan dada.

Mereka makin semena-mena. Mereka menghunus pedang dan membunuh dengan menjadi-jadi.

Semua bangsa dari kerajaan-kerajaan yang ditaklukkan, termasuk Yehuda, diperlakukan seperti nelayan yang menangkap ikan dengan jala yang mematikan.

Advertisement

Keserakahan dan kesombongan telah membuat mereka menjadi bengis dan tak memiliki kasih.

Bahkan pemimpin mereka mengangkat diri mereka menjadi tuhan yang harus disembah di seluruh wilayah Babel (band. Kisah Daniel dkk).

 

Kuasa yang ada pada manusia, sering membuat manusia merasa paling kuat, atau kekuatannya tak terbatas, dan lupa bahwa kekuasaan itu terbatas dan pada akhirnya kekuatan manusia pun akan lenyap.

Seperti yang terjadi kepada Yehuda, yang akhirnya jatuh ke tangan Nebukadnezar, raja Babel; dan begitu juga Babel yang akhirnya dikalahkan Persia.

Manusia yang menggunakan kekuasaan semena-mena akan dikalahkan juga oleh kekuasaan lain yang lebih kuat.

Tapi terutama manusia harus menyadari bahwa ada Tuhan, Allah yang kuasa dan kekuatan-Nya tak tertandingi, tak terbatas.

Babel yang dipakai Tuhan, menggunakan kuasanya tanpa hikmat, maka pada gilirannya Babel pun ditaklukkan.

 

Kuasa dan kekuatan yang ada pada kita berasal dari Tuhan. Tuhan tidak suka kita menggunakan kekuatan dan kuasa tanpa hikmat dan takut akan Tuhan; penggunaan kuasa yang semena mena. Tuhan lebih suka kuasa dan kekuatan itu dipakai dengan hikmat.

Seperti Kristus yang memilih tidak mempertahankan kekuasaan-Nya tetapi lebih suka merendahkan diri supaya dunia diselamatkan, pakailah kekuatan dan kuasa yang ada pada kita dengan hikmat untuk kebaikan bagi semua orang. Amin.

 

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk berhikmat dan rendah hati salalu

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer