Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 28 Januari 2026, Habakuk 2:6-8 Pembalasan Adalah Sesuatu Yang Nyata

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Habakuk 2: 6-8

TEMA : PEMBALASAN ADALAH SESUATU YANG NYATA

".. maka semua suku bangsa yang tersisa akan menjarahmu..." (ay.8).

Advertisement

 

Manusia sangat tahu bahwa sombong, suka lupa diri, senang membalas yang jahat, mendendam, serakah dan berbagai sikap lain adalah perilaku yang tidak baik dan harus dijauhi.

Tetapi dalam perjalanan hidup manusia, hal-hal itu justru sering dilakukan. Apa yang tidak boleh dilakukan, justru paling sering dilakukan.

Advertisement

Manusia sangat tahu bahwa Tuhan suka terhadap kerendahan hati dan kasih kepada sesama. Namun manusia cenderung mempraktikkan gaya hidup sebaliknya.

 

Peperangan dengan dampak hilangnya nyawa atau korban nyawa, dalam perang adalah hal yang dianggap wajar.

Demikian juga saat Babel menaklukkan Yerusalem. Tetapi penghancuran Yerusalem dan penjarahan di Bait Allah adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima oleh Tuhan (Telnoni, hal. 78).

Akibatnya adalah Tuhan akan membalas Babel. Tuhan akan membangkitkan bangsa- bangsa lain, bahkan bangsa-bangsa yang tersisa dari ekspansi Babel, yang akan bangkit menjadi kekuatan yang mengalahkan dan menghancurkan Babel.

Kesombongan dan keangkuhan Babel akan hancur. Babel akan dijarah seperti yang dilakukannya pada masa penaklukan di masa sebelumnya.

Pembalasan terhadap Babel sekaligus adalah berita tentang pengharapan akan kebangkitan dan pemulihan Yehuda dan bangsa-bangsa lain (Telnoni, hal.77).

Pembalasan Tuhan atas kesombongan manusia bukan karena dendam, tetapi Tuhan hendak menegaskan tentang kedaulatan-Nya sehingga la akan terus dihormati (Telnoni, hal. 103).

 

Sebelum mengakhiri hari ini dan merebahkan tubuh dalam istirahat malam kita telah menerima pesan berharga dari Tuhan.

Pertama; janganlah berlaku sombong, karena Tuhan tidak suka kepada orang sombong dan tinggi hati.

Kedua; Jangan membalas jahat dengan jahat. Membalas atau membuka ruang pertobatan adalah hak Tuhan.

Ketiga; teruslah berkarya menyatakan kebaikan, karena kita pun selalu menikmati kebaikan Tuhan. Amin.

 

 

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer