Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 20 Februari 2026, Kolose 1:24-26 Demi Dunia Yang Lebih Baik

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Kolose 1: 24-26

TEMA : DEMI DUNIA YANG LEBIH BAIK

"Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu gereja" (ay. 24)

Advertisement

Kita sering mendengar cerita orang-orang menjalankan kehidupan ramah lingkungan. Ada petani kecil yang menolak menggunakan pestisida berbahaya.

Ada orang yang menghijaukan lahan gersang. Ada pula keluarga yang memilih mengelola sampah sendiri.

Mereka mungkin tak populer, tetapi semangat mereka mau berbuat sesuatu demi dunia yang lebih baik.

Advertisement

Hidup seperti di atas jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Kendati menghadapi kesulitan, ada sukacita untuk menyuarakan kasih Allah bagi seluruh ciptaan.

Pergumulan serupa yang Paulus saksikan bagi jemaat Kolose. Ada penderitaan demi pelayanan menjalankan misi Allah di dunia.

la bersukacita dalam penderitaannya melayani Kristus. Penderitaan ini adalah tanda kesetiaan.

 

Saat ini, kita dipanggil juga untuk berbuat sesuatu bagi kelestarian alam. Membiasakan untuk tidak bergantung pada plastik adalah hal yang tidak mudah.

Menghemat bahan bakar jelas pilihan yang sulit. Namun seperti Paulus, kita dipanggil untuk setia dan tekun.

Penderitaan ini adalah untuk kehidupan yang lebih baik sebagai perwujudan kasih Kristus.

 

Mari mulai dari pilihan-pilihan kecil yang mungkin terasa berat: berjalan kaki ke warung dekat rumah, membawa tas belanja sendiri, memilah sampah di rumah untuk dibuang pada tempatnya.

Inilah salib kecil yang bisa kita pikul. Memang tidak mudah karena tentunya kita butuh dikuatkan oleh Kristus.

 

Kesulitan dan penderitaan bukan hanya soal rasa sakit fisik, tetapi juga kesediaan menanggung akibat dari hidup benar. Hidup di dalam kenyamanan memang menggiurkan, tetapi akibat jangka panjangnya sungguh mematikan.

Dari kesaksian Paulus kita sadar bahwa: kasih selalu disertai dengan pengorbanan. Oleh karena itu, tetaplah setia.

Kesulitan tidak akan menjadi sia-sia. Demi hidup yang lebih baik bersama di dalam Kristus. Amin

 

Doa: Jadikan kami setia untuk hidup bersama Kristus melalui penghargaan terhadap ciptaan-Mu, ya Allah. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer