Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 22 Februari 2026, Mazmur 8:6-10 Siapakah Manusia Di Hadapan Allah

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Mazmur 8: 6-10


Advertisement

TEMA : SIAPAKAH MANUSIA DI HADAPAN ALLAH

"Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,..." (ay.6a)

Lantunan nyanyian kekaguman pada keindahan ciptaan Tuhan, membawa pengakuan tentang kemampuan TUHAN yang luar biasa yang mampu mengubah hidup umat kepunyaan-Nya menjadi makhluk mulia dan berkuasa atas hewan dan tumbuhan ciptaan-Nya.

Advertisement

Status makhluk mulia bukanlah kebebasan untuk mengeksploitasi alam secara sembarangan tetapi menjaga dan memelihara dengan penuh tanggung jawab.

Kekaguman pada Allah memang sulit diekspresikan dengan banyak kata sebab begitu indah yang Tuhan ciptakan dan sulit terselami oleh akal manusia yang terbatas.

Ciptaan penopang kehidupan disediakan untuk keberlangsungan kehidupan umat yang TUHAN pelihara dengan baik adanya.

Advertisement

 

Bagaimana memberi respons pada keindahan ciptaan TUHAN, tentunya menjadi tanggung jawab umat untuk merealisasikan melalui peran strategisnya menjaga dan memelihara kelestarian alam.

Pengenalan yang benar pada kebenaran Allah Sang Pencipta, menuntun umat pada kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang tidak layak menerima kebaikan ciptaan TUHAN.

Semua menjadi layak hanya karena kasih dan anugerah-Nya. Umat yang telah mengenal Allah, telah menemukan jati dirinya dihadapan TUHAN.

Dan diantara mahkluk ciptaan lain sehingga otoritas yang diberikan TUHAN disambut dengan pujian syukur.

 

Otoritas yang TUHAN anugerahkan selayaknya membuat manusia semakin bertanggungjawab dalam mengelola alam.

Fondasi utama dari keberlangsungan hidup manusia adalah tersedianya sumber daya alam terbarukan.

Ketika manusia serakah menghabiskan sumber daya alam dengan eksploitasi tak terkendali maka kekayaan yang terkumpul tidak ada artinya.

Saat semua sumber daya alam menghilang, barulah manusia menyadari bahwa dia tidak dapat memakan hartanya. Saat ikan terakhir ditangkap, barulah manusia menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.

Hiduplah dalam takut akan TUHAN dengan cara menghormati semua sumber daya alam yang Tuhan sediakan sebagai penopang kehidupan. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan jadikanlah kami sebagai umat yang selalu memuliakan nama-Mu dengan menjaga dan merawat alam ciptaan-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer