Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi , Jumat, 6 Maret 2026, Markus 12:10-11 Batu Penjuru

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Markus 12: 10-11

TEMA :  BATU PENJURU

"Tidakkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." (ay.10)

Advertisement

 

Sebuah ilustrasi: di sebuah lembah yang curam dan rawan longsor, sekelompok orang ingin membangun sebuah desa baru.

Mereka mencari-cari tempat yang aman dan kokoh. Seorang tukang bangunan tua menunjuk sebuah batu besar yang keras di sudut lembah, tetapi orang-orang menolaknya karena bentuknya aneh dan tidak menarik.

Advertisement

Mereka memilih membangun di tanah datar yang tampak mudah, tetapi ketika hujan deras datang, tanah itu runtuh, dan rumah-rumah mereka hancur.

Saat itulah mereka menyadari bahwa batu yang mereka tolak itu justru satu-satunya yang tak tergoyahkan.

Akhirnya, mereka membangun fondasi di atas batu tersebut. Rumah-rumah pun berdiri kokoh, dan desa itu menjadi tempat yang aman bagi banyak orang.

 

Batu yang kuat itu sama dengan "batu penjuru" sebagaimana tertulis dalam Mazmur 118:22-23.

Dalam pembangunan rumah kuno, batu penjuru adalah batu pertama yang diletakkan menjadi dasar penentu bagi seluruh bangunan.

Yesus disebut sebagai "batu penjuru" (ay.10). Awalnya la dianggap batu sandungan oleh para pemimpin agama Yahudi.

Dalam perumpamaan penggarap kebun anggur, anak yang tunggal (Yesus) diharapkan disegani karena berhak atas warisan, justru dibunuh.

Yesus ditolak, tetapi tidak bisa menghentikan rencana Allah, justru menggenapinya: la malah menjadi batu penjuru, dasar perjanjian baru, komunitas umat baru Allah, Gereja.

 

Dalam hidup, kita bisa saja membangun bukan pada rencana Allah di dalam Kristus, batu penjuru, tetapi yang lainnya.

Bisa saja orang menggunakan logika, harta, kedudukan atau adat istiadat. Sekilas tampak baik, tetapi ketika badai datang, semua akan runtuh.

Karena itu, marilah kita membangun hidup keluarga, gereja, dan masyarakat di atas Kristus, batu penjuru sejati. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, berilah kami kemauan dan kemampuan untuk membangun kehidupan di dunia ini dengan Yesus sebagai batu penjuru gereja. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer