Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 13 Maret 2026, Mazmur 119:45-48 Menadahkan Tanganku

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Mazmur 119:45-48

TEMA : MENADAHKAN TANGANKU

 

Advertisement

Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintal, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu (ay.48)

 

Menadahkan tangan atau mengangkat tangan adalah tindakan simbolisasi dalam konteks doa dan permohonan kepada Tuhan.

Advertisement

Dalam tradisi Israel tindakan simbolik ini memberikan makna tentang ketergantungan kepada Tuhan Allah.

Seperti seorang anak yang mengangkat tangan kepada orang tuanya, demikian juga umat Allah mengangkat tangan sebagai lambang berserah dan berharap kepada Tuhan.

Sebab, hanya Tuhanlah yang dapat diandalkan dan menolong dalam situasi yang sulit dan berat.

 

Pemazmur menunjukan sikap ini dalam saat-saat sulit ketika ia dicela dan dihina oleh orang-orang di sekitarnya.

Di tengah tekanan dan penindasan, ia tidak melawan dengan kekuatan sendiri. Pemazmur menyadari bahwa ia hanya dapat bertahan apabila Tuhan mendatanginya dalam kasih setia, keselamatan dan segala bentuk Firman-Nya.

la menaruh harapannya atas keputusan hukum yang telah Tuhan berikan dahulu dan yang akan diberikan-Nya lagi supaya ia dapat hidup dalam kelegaan, dengan ruang gerak yang luas. Di situlah ia mengangkat tangan untuk berseru dan berdoa kepada Tuhan.

 

Pada kehidupan masa kini, kita juga menghadapi berbagai tekanan, baik berupa masalah ekonomi, tekanan pekerjaan, relasi yang sedang tidak membaik dan banyak hal lainnya.

Melalui renungan ini kita diajar bahwa dalam situasi sulit, hati lelah, pikiran bingung, dan hidup terasa sempit, kita pun diajak untuk menadahkan tangan kepada Tuhan, bukan dengan putus asa, melainkan dengan iman yang penuh harap.

Tuhan melihat tangan yang terangkat, hati yang berserah, dan jiwa yang berharap pada Nya.

la tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tertinggal tanpa pertolongan. Maka, mari kita datang kepada-Nya, menadahkan tangan kita sebagai tanda penyerahan dan kepercayaan yang teguh kepada-Nya. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, kepada-Mulah kami menadahkan tangan ini, kami bersandar dan berharap sepenuhnya kepada-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer