Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 18 Maret 2026, Matius 5:15-16 Pancaran Terang

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Matius 5: 15-16

TEMA : PANCARAN TERANG

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga" (ay. 16).

Advertisement

 

Sama seperti ruang yang gelap dibutuhkan alat penerang yang akhimya membuat isi dan keadaan ruangan terlihat, bahkan memberi rasa nyaman.

Sekarang Tuhan Yesus pun menyapa kita sebagai "terang". Padahal Yesus sendirilah Sang Terang dunia ketika masih berada di dalam dunia (Yoh. 9:5).

Advertisement

Itulah hakikat Yesus, "Terang" yang menyinari kegelapan dunia sehingga dunia memiliki kembali pengharapan.

Kini Tuhan Yesus memandang kita juga memiliki hakikat itu, yakni terang dalam diri gereja-Nya, orang Kristen.

Dia mengingatkan agar kita menghidupi hakikat itu sehingga hadir menjadi terang yang dibutuhkan oleh banyak orang, entah mereka menyukainya ataupun tidak.

Dengan kata "Hendaknya", Yesus menekankan supaya hakikat kita yang memiliki sumber cahaya dari dalam hati terungkap, bukan malah disembunyikan seakan tidak prihatin dan masa bodoh terhadap situasi "gelap" di sekitarnya.

Kehadiran Gereja haruslah menjadi semacam seberkas cahaya yang dapat membantu orang berjumpa atau menemukan kehendak Allah.

 

Hari ini kita telah menyelesaikan banyak pekerjaan dengan berbagai aktivitas yang dilakukan sesuai perannya masing-masing: baik sebagai orang tua, suami-istri, anak, pelajar, pekerja, maupun sosok bagi siapa pun.

Yang tampil dengan kecakapan pendidikannya, kebiasaan dari status sosial budayanya, sebagai pemimpin atau anggota, akan dilihat, dikenal, dan dinilai orang lain.

Namun yang tidak boleh tersembunyi adalah hakikat diri kita, yakni "terang" yang berasal dari Terang sejati, Kristus.

Terang itulah yang terungkap dalam tutur kata dan perangai yang baik bagi sesama.

Akan tetapi, sebagai Gereja, susah payah kebaikan yang dilakukan tidak diarahkan bagi dirinya, melainkan mengajak orang memuliakan Tuhan.

Semoga itulah yang sudah kita pancarkan dari hati kita pada hari ini sehingga orang lain merasakan damai Tuhan Yesus. Amin

 

Doa: Ya Yesus, bercahayalah dalam hati kami, sehingga hidup kami membawa seberkas cahaya bagi sesama dalam keresahan dan duka mereka, sehingga mereka hanya akan memuliakan nama-Mu. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer