Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 2 April 2026, Yohanes 10:11-13 Berkorban Bagi Domba-DombaNya

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Yohanes 10:11-13

TEMA : "BERKURBAN BAGI DOMBA-DOMBA-NYA"

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (ay.11)

Advertisement

 

"Orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, tetapi mereka yang banyak memberikan miliknya untuk orang lain" (Erich Fromn, Psikoanalisis AS kelahiran Jerman).

Sering kali bahkan selalu kita melihat orang kaya adalah orang yang banyak hartanya. Padahal menurut Erich Fromn sesungguhnya orang kaya adalah orang yang banyak memberikan miliknya untuk orang lain.

Advertisement

Di sini Erich Fromn tidak mengatakan memberikan hartanya', tetapi 'miliknya. Itu bisa berupa tenaga, waktu, pengetahuan, dukungan, kebaikan, perhatian, dan sebagainya termasuk juga keramahan atau senyuman.

Semua ini berpusat pada hati, kehendak seseorang untuk memberi. Jadi, jangan berbangga dan sombong menjadi orang yang berlimpah harta karena belum tentu Anda bisa dikategorikan sebagai orang kaya.

 

Menggunakan definisi Erich Fromn, kita dapat melihat sekaligus mengatakan bahwa Gembala yang baik di sini sangat kaya.

Kenapa? Karena ia memberikan bukan hanya sesuatu yang ada padanya, melainkan "nyawanya (: seluruh hidupnya)."

Gembala yang baik di sini adalah Yesus, sangat kaya karena telah memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat.20:28).

Ia melalui jalan yang sangat berat dan tidak dapat dijalani oleh manusia, siapa pun dia; la rela menderita, dihina, diludahi, dipukul, dan mati di salib hanya untuk keselamatan manusia berdosa.

Sesunguhnya, apa yang dijalani-Nya, menjadi teladan umat-Nya pada masa kini dalam mengabdikan diri bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

 

Hari ini kita merayakan Hari Kamis Putih (Ing.: Holy Thursday, Maundy Thursday). Kita memperingati Hari Kamis Putih dengan tradisi pembasuhan kaki seperti yang dilakukan Yesus atas para murid sebelum kematian-Nya (13:1-20).

Ini dilakukan Gereja oleh para Pendeta yang membasuh kaki anggota Jemaat. Diharapkan anggota jemaat melakukan ritual ini dengan sungguh, begitu pula para

Pendeta dengan kesungguhan sebagai pelayan mencontohi Yesus domba-domba-Nya, memberikan nyawa-Nya, berkurban bagi melakukan dengan segenap hati, bukan peragaan belaka. Dibutuhkan hati hamba, melayani dengan rendah hati. Amin.

 

Doa: Kami bersyukur atas pengurbanan-Mu bagi kami. Tolong kami rela menderita untuk menghidupi sesama kami yang menderita. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer