Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 6 April 2026, Matius 28:10 Paskah Mandat Tanpa Dikriminasi
LOGO GPIBPembacaan Alkitab : Matius 28:10
TEMA : PASKAH: MANDAT TANPA DISKRIMINASI
"Kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku (ay. 10)
Banyak orang mengira adil itu berarti semua orang mendapatkan bagian yang sama persis. Namun bagi Aristoteles, seorang pemikir besar zaman dulu, keadilan lebih dari sekadar "sama rata".
la membaginya menjadi dua: Pertama, Keadilan Numerik, di mana semua orang sama di mata Hukum. Baik pejabat atau rakyat biasa semua sama, jika ada aturan dilanggar, hukum tidak boleh pilih kasih.
Dalam Pemilu misalnya, Keadilan Numerik menjamin setiap warga negara mendapat suara yang sama (satu suara).
Pemikiran kedua adalah Keadilan Proporsional, yaitu setiap orang menerima hak dan kebaikan yang sesuai dengan jerih payahnya atau berdasarkan kontribusinya.
Keadilan proporsional pada pemberian gaji membuat orang yang bekerja 10 jam akan mendapat lebih banyak daripada yang bekerja 2 jam.
Pemikiran klasik ini dalam perkembangannya dikenal dengan Distributive justice (Keadilan Distributif).
Sebuah sistem sosial yang mengatur agar setiap orang mendapatkan apa yang menjadi bagiannya secara tepat.

